Share

Bebas Bea Masuk, Kurma Impor Palestina Bakal Banjiri RI

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 06 Agustus 2018 21:27 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 06 320 1932711 bebas-bea-masuk-kurma-impor-palestina-bakal-banjiri-ri-8YO1HDs7Sz.jpeg MoU Indonesia-Palestina Terkait Bea Masuk 0% Kurma dan Minyak Zaitun (Foto: Taufik)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia, telah melakukan penandatanganan pengaturan pelaksanaan atau Implementing Arrangement (IA) dengan negara Palestina, terkait pemberian preferensi penghapusan tarif bea masuk 0% bagi produk kurma dan virgin olive oil (minyak zaitun murni).

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Iman Pambagyo menyatakan, dengan adanya penghapusan tarif bea masuk 0% bagi produk kurma dan minyak zaitun murni itu, nantinya akan mendongkrak impor Indonesia terhadap dua komoditi tersebut.

"Jadi, dalam satu tahun implementasi, impor kurma diperkirakan melonjak hingga 11,62%. Sedangkan kenaikan impor minyak zaitun kita perkirakan capai 172% dalam satu tahun implementasi.Untuk minyak zaitun ini agak besar karena kita perlu untuk industri kosmetik selain food sector," ujar Iman di Jakarta, Senin (6/8/2018).

Dia menjelaskan, impor kurma dan minyak zaitun itu, Indonesia tidak hanya berasal dari Palestina. Namun, dia mengimbau agar para importir kurma dan minyak zaitun tersebut, melirik Palestina mengingat dua komoditi itu kini bebas bea masuk.

"Kita menghadapi kepada importir kurma dan importir minyak zaitun lihat Palestina untuk sourcing dari sana karena kita enggak punya perjanjian seperti ini dengan negara-negara Timur Tengah," tuturnya.

Sementara itu, Mendag Enggartiasto mengatakan, bahwa total nilai perdagangan antara Indonesia dengan Palestina saat ini masih kecil. Maka itu, pihaknya yakin penghapusan tarif bea masuk 0% bagi produk kurma dan minyak zaitun bakal mendongkrak perdagangan kedua negara.

"Jadi, kesulitan perdagangan dengan Palestina itu, karena mereka harus lewat, negara Yordania untuk pengiriman dan masuk barang. Di mana nilai kita sampai dengan Mei USD1,62 juta perdagangan antara Indonesia dengan Palestina," pungkasnya.

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini