nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OJK: Insentif Diperlukan Bawa Devisa Hasil Ekspor ke Indonesia

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 07 Agustus 2018 20:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 07 20 1933217 ojk-insentif-diperlukan-bawa-devisa-hasil-ekspor-ke-indonesia-6MH56hnjvV.jpg Foto: Ketua DK OJK Wimboh Santoso Kunjungi MNC Group (Okezone)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, untuk mendorong Devisa Hasil Ekspor (DHE) ke Indonesia, maka diperlukan insentif bagi eksportir.. 

Seperti diketahui, pemerintah tengah mencari jalan keluar untuk para ekportir mau membawa DHE ke Tanah Air. Tak hanya itu, namun juga mau melakukan konversi hasil ekpornya yang berupa dolar AS ke Rupiah.

"Bagaimana bisa mencari jalan keluar agar DHE ekpsortir dari Indonesia ini bisa masuk, tapi bukan dipaksa masuk. Dicari jalan keluar supaya ada insentif untuk bisa masuk (ke Indonesia)," ujarnya Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam acara media visit OJK ke MNC Group di Gedung iNews, Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Dia menyatakan, salah satu insentif yang bisa diterapkan yakni dengan kredit dolar bagi para eksportir. Maka, perbankan dapat memasukkan dalam perjanjian bahwa hasil ekspor harus dikembalikan ke Indonesia untuk melunasi kredit eksportir.

"Ini adalah bagaimana perjanjian bilateral antara eksportirnya dengan bank," imbuhnya.

Hal ini mengingat, selama ini eksportir berutang dengan bank asing sehingga menaruh kembali dana hasil ekspor di sana. Selain itu bunga utang bank asing tersebut juga lebih murah ketimbang bank lokal. Misalkan, eksportir berutang ke bank lokal, maka selisih bisa lebih mahal hingga 30%.

"Kalau pinjamannya Rupiah, hasilnya dolar kan ada risiko missmatch dan sebagainya, cuma kalau pinjamannya dolar dan hasilnya dolar kan tidak mungkin," ungkapnya.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) juga telah memberikan insentif dengan menurunkan biaya swap (swap rate). Sehingga diharapkan memikat eksportir untuk mau menukar devisanya ke Rupiah.

Oleh sebab itu, menurutnya, hal terpenting adalah pemberian insentif kepada eksportir. Di mana pemerintah saat ini tengah mengkaji untuk pemberian insentif yang tepat.

"Tinggal insentif yang sedang dipikirkan. Kalau tidak ada insentif, dan (eksportir) tidak mau masuk (DHE) ke Indonesia, kan dolar tetaplah dolar jadi tidak perlu ada macam-macam. Tapi kalau ada insentif pasti masuk," jelasnya.

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini