nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Gurita Bisnis Keluarga Terkaya di Dunia

Ulfa Arieza, Jurnalis · Minggu 12 Agustus 2018 16:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 12 320 1935421 fakta-gurita-bisnis-keluarga-terkaya-di-dunia-Yf3uWt26EM.jpg Foto: Keluarga terkaya di dunia (Reuters)

JAKARTA - Keluarga dengan kekayaan melimpah di dunia identik dengan kerajaan bisnis yang merambah berbagai negara. Alhasil, pundi-pundi uang yang dihasilkan bisa dinikmati hingga beberapa turunan.

Keluarga terkaya ini telah merinstis bisnis sejak awal, dan memegang konsistensi untuk pengembangan bisnis. Estafet bisnis, biasanya dilanjutkan oleh keturunan dalam keluarga.

Tiap tahunnya, banyak media yang memberikan peringkat pada keluarga terkaya di dunia, seperti Forbes, Bloomberg, dan sebagainya. Nominenya pun tak jauh berbeda tiap tahunnya.

Berikut adalah fakta-fakta keluarga terkaya yang berhasil dirangkum Okezone dari berbagai sumber:

 

1. Keluarga Stefan Quandt

Sejak Awal 2018, Stefan Quandt telah menjadi pemegang saham terbesar di BMW. Selain membuatnya semakin kaya, juga menegaskan keluarga Quandt sebagai salah satu keluarga terkaya di dunia.

Di bawah kendalinya, BMW tidak hanya semakin mendunia, juga mampu menaikkan jumlah kepemilikan saham di perusahaan miliknya yang diwarisi dari sang ibu Johanna Quandt. Sekarang, sahamnya sudah mencapai 25,83% dengan nilai USD16,6 miliar. Dengan kepemilikan saham ini, di bawah peraturan usaha Jerman, maka Stefan memiliki hak veto di perusahaan atau hak kontrol hingga 75%.

Keluarga Quandt sendiri selama bertahun-tahun mengontrol tidak kurang 46% dari perusahaan asal Jerman yang juga memiliki Rolls Royce dan Mini tersebut. Dengan kepemilikan saham Quandt yang semakin membesar, dia menjadi pemegang keputusan terbesar. Bahkan, mencegah perusahaannya dibeli oleh orang lain jika diperlukan.

2. Keluarga Ruben Rausing

 

Tetra Pak adalah sebuah perusahaan minuman berkemasan karton berjangka panjang yang dipelopori oleh Ruben Rausing di Swedia pada tahun 1950. Kekayaan Tetra Pak sebesar USD30,9 miliar atau sekitar Rp448,05 triliun (Rp14.500 per USD).

Atas kekayaan tersebut, Bloomberg memasukan Tetra Pak sebagai keluarga terkaya di dunia. Tetra Pak dibangun oleh Ruben Rausing pada 1929. Kini anak Ruben, yaitu Hans Rausing, yang mengatur semua lini bisnis Tetra Pak, satu dari perusahaan kemasan terbesar di dunia. Anak dari Ruben yang lainnya yaitu Gad Rausing, menjual sahamnya pada 1995 dan sejak itu berinvestasi dalam kemasan ramah lingkungan dan ekuitas melalui Alta Advisers yang berbasis di London.

3. Keluarga SC. Johnson

Membangun perusahaan tidaklah semudah membalikkan tangan. Seperti yang terjadi pada keluarga Johnson, dibutuhkan waktu hingga lintas generasi agar bisa membesarkan perusahaan, yakni SC Johnson.

Perusahaan ini bergerak pada kebersihan rumah tangga. Selama lima generasi, keluarga Samuel C Johnson membangun perusahaan yang diberi nama SC Johnson dan merintis kerajaan bisnisnya.

Samuel C Johnson memulai menjual lantai parket di tahun 1882, bisnis itulah yang menjadi dasar usaha SC Johnson. H Fisk Johnson merupakan sang pelopor, sekaligus menjabat CEO SC Johnson.

Selanjutnya, keluarga ini berhasil mengembangkan cairan pembersih dengan merek Mr Muscle, Raid dan Windex. Setelah memakan asam garam bisnis, per 2018 kekayaan keluarga ini mencapai USD28,2 miliar atau Rp408,9 triliun. (Rp14.500 per USD).

4. Keluarga Hermes

Produk fashion merek Hermes lahir dari pemikiran Thierry Hermes. Dia adalah pembuat peralatan kuda untuk para bangsawan. Namun, akhirnya perusahaan berevolusi dan bergerak di bidang barang-barang mewah yang berbasis di Paris, Prancis. Walhasil keluarga Thierry Hermes ini memiliki kekayaan sebesar USD49,2 miliar atau Rp700 triliun (Rp14.500 per USD).

Di antara anggota keluarga yang mempertahankan posisi senior di perusahaan ini adalah Jean-Louis Dumas yang mampu menjadikan produk bergensi di bidang fashion mewah, Pierre-Alexis Dumas sebagai direktur artistik, dan Axel Dumas sebagai pemimpin perusahaan.

5. Keluarga Frank Mars

Frank Mars seorang anak yang dulunya menderita penyakit polio yang menyebabkan dirinya kesulitan untuk berjalan sekolah. Melihat kondisi sang buah hati berbeda dengan yang lain, lalu Elva sang Ibu mengajarinya membuat cokelat celup.

Dari gerakan kecil itulah justru membawa Frank Mars pada dewi Fortuna. Produk itu justru mengglobal dan disukai anak-anak, yaitu M&M, Milky Way, dan Mars Bars. Di saat yang bersamaan, keluarga Frank Mars juga mengembangkan bisnis produk perawatan hewan.

Bisnis yang bergerak di bidang percokelatan dan perawatan hewan ini dipegang sepenuhnya oleh anggota keluarga Mars. Dari dua usaha ini, membawa keluarga Frank Mars memiliki kekayaan sebesar USD89,7 miliar atau Rp1.277 triliun (Rp14.500 per USD).


(ulf)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini