Di sisi lain, Forty sangat menyayangkan tindakan BEI karena tidak cepat tanggap untuk kasus ELTY ini, sedangkan untuk penolakan rencana aksi reverse stock PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) pihak BEI cukup cepat tanggap.
Asal tahu saja, sebelumnya BEI telah merespons aksi penolakan reverse stock ARTI oleh investor ritel dengan melayangkan surat penundaan reverse stock kepada pihak manajemen ARTI.

Sebelumnya, Direktur Utama dan CEO ELTY Ambono Janurianto pernah bilang, restrukturisasi utang yang akan dilakukan perseroan paska reverse stock nantinya berkontribusi pada performa keuangan perseroan. Selain itu, dirinya lebih memilih opsi untuk melakukan reverse stock dibandingkan dengan menjual aset perseroan.
Reverse stock juga menjadi syarat utama perseroan jika ingin melakukan kembali aksi korporasi pendanaan kedepannya, hal tersebut didasari oleh harga saham ELTY yang tidak likuid saat ini di angka Rp 50/saham,”Orang bilang reverse stock itu mempercantik harga saham, tapi kami melakukannya untuk mengoptimalisasi harga saham kedalam trading range yang baik. Kalau jual aset sama saja, utang lunas namun aset tidak ada akhirnya kami tidak bisa melakukan pengembangan dan tidak ada pertumbuhan kan," ujarnya.