nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Realisasi Investasi Migas Baru Rp74 Triliun, Ini Kata Wamen ESDM

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 13 Agustus 2018 11:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 13 320 1935712 realisasi-investasi-migas-baru-rp74-triliun-ini-kata-wamen-esdm-XhEzS6MdtG.jpg Foto: Wamen ESDM Arcandra Tahar (Okezone)

JAKARTA – Pemerintah mencatat realisasi investasi minyak dan gas bumi pada semester I-2018 baru tercapai 30%.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), target investasi migas tahun ini sebesar USD16,8 miliar. Sementara investasi migas pada semester I-2018 sebesar USD5,11 miliar atau setara Rp74 triliun (kurs Rp14.500 per USD) terdiri dari investasi hulu migas USD3,9 miliar dan hilir USD1,21 miliar.

“Realisasi migas tidak bisa digambarkan hanya melalui data kuartal atau semesteran. Realisasi migas baru bisa terlihat sampai akhir tahun,” ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar di Jakarta.

Arcandra optimistis target realisasi investasi migas bisa tercapai hingga akhir tahun ini. Hal itu dilihat dari banyaknya blok migas yang dilelang pemerintah sehingga mendongkrak investasi.

 

Seperti diketahui, pemerintah baru saja memutuskan nasib 19 blok migas terminasi yang habis kontrak pada 2018-2021. Dari keputusan itu, pemerintah memperoleh komitmen kerja dari para kontraktor untuk mengelola blok yang telah mendapat kepastian. Total nilai komitmennya mencapai USD1,68 miliar atau sekitar Rp23,5 triliun. Dengan komitmen tersebut, kontribusi investasi migas diharapkan meningkat.

“Belum lagi dari Blok Rokan, signature bonus dan komitmen kerja pasti kita bisa kantongi USD784 miliar. Ini merupakan investasi,” ujar dia.

Sementara terkait realisasi investasi di sektor ESDM secara keseluruhan tercatat sebesar USD9,48 miliar. Realisasi itu baru tercapai 25,48% dari target investasi sektor energi tahun ini sebesar USD37,2 miliar.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, pada semester I/2018 sektor migas mempunyai nilai investasi terbesar dibandingkan sektor ketenagalistrikan, mineral, dan batu bara.

Untuk investasi ketenagalistrikan sebesar USD2,83 miliar atau 23,19% dari target tahun ini sebesar USD12,2 miliar. Sedangkan investasi sektor minerba sebesar USD790 juta atau 12,74% dari target USD6,2 miliar. Selanjutnya investasi sektor energi baru terbarukan dan konservasi energi sebesar USD750 juta atau 37,5%.

Arcandra mengatakan, masih rendahnya capaian investasi disebabkan karena rendahnya energi global. Sebab itu, pihaknya melakukan sejumlah langkah untuk menggenjot investasi. Pertama, pemerintah menghapus regulasi dan perizinan yang menghambat investasi.

 

Selain itu, Kementerian ESDM juga memberikan fasilitas investasi serta melakukan pendampingan kepada investor. Tidak hanya itu, pemerintah juga melalukan upaya mengambil keputusan strategis dengan cepat.

“Perlu juga kita awasi dan evaluasi terus agar target optimis dapat tercapai,” katanya.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Wisnu Prabawa Taher menyatakan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan investasi energi khususnya di sektor hulu migas. Dia beralasan, masih rendahnya investasi hulu migas disebabkan karena kegiatan baru akan menggeliat pada semester dua tahun ini.

“Kalau untuk sektor hulu migas, memang kegiatan belum terlihat, masih banyak yang berjalan. Selesainya lebih banyak di semester kedua. Diharapkan nanti semester kedua akan meningkat,” kata dia. (Nanang Wijayanto)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini