Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hanson Lepas 87,8 Miliar Lembar Saham Baru

Agregasi Harian Neraca , Jurnalis-Kamis, 23 Agustus 2018 |12:35 WIB
Hanson Lepas 87,8 Miliar Lembar Saham Baru
Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnis, PT Hanson International Tbk (MYRX) akan melakukan penambahan modal dengan memberikan Hak Mesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue. Rencananya, emiten properti itu akan melepas 87,824 miliar lembar saham baru saham seri C dengan nominal Rp22. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Guna memuluskan aksi korporasi tersebut, perseroan akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada tanggal 27 September 2018 dengan agenda meminta persetujuan pelaksanaan right issue. Jika memperoleh persetujuan, maka perseroan akan segera mendaftarkan pernyataan penerbitan efek kepada Otoritas Jasa Keuangan OJK).

Melihat Aktivitas Para Karyawan di Ruang Trading Saham 

Lebih jauh, dana hasil right issue tersebut akan digunakan untuk keperluan modal perseroan dan untuk anak usaha. Dengan demikian, akan meningkatkan struktur permodalan perseroan dalam melakukan pengembangan usaha dan meningkatkan rasio debt to equitymenjadi lebih baik. Sebagai informasi, tahun ini perseroan menetapkan target marketing sales sebesar Rp1 triliun hingga Rp1,5 triliun,”Tahun ini saya kira sudah bagus karena per April, proyek kami di Serpong sudah mencatat marketing sales Rp300 miliar sementara di Maja juga sudah dapat kira-kira Rp300 miliar," kata Corporate Finance dan Investor Relations MYRX Hermawan Raharjo.

Melihat Aktivitas Para Karyawan di Ruang Trading Saham 

Beberapa proyek juga akan digarap yakni proyek di Millenium City dan juga kemungkinan penjajakan proyek baru di wilayah Maja. Saat ini, Hermawan mengatakan bahwa MYRX akan fokus untuk menjual rumah-rumah yang murah dengan kuantitas yang besar. Di Maja misalnya, MYRX menjual rumah di bawah Rp200 miliar dan di Serpong dengan range harga Rp300 miliar hingga Rp400 miliar.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement