nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Benny Tjokro Ungkap 50% Nasabah Hanson Tukar Dana dengan Aset

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 09 Januari 2020 14:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 09 278 2151045 benny-tjokro-ungkap-50-nasabah-hanson-tukar-dana-dengan-aset-gB5fpakPjf.jpg Benny Tjokro soal Pengembalian Dana Nasabah (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Hanson International Tbk (MYRX) memberikan dua opsi pengembalian uang kepada para nasabahnya. Salah satunya adalah penyelesaian dengan settlement asset di mana nasabah ditawari menukarkan dananya menjadi aset fisik.

Direktur Utama Hanson Internasional Benny Tjokrosaputro mengatakan, saat ini sudah ada beberapa nasabah yang telah melakukan settlement aset. Berdasarkan perkiraannya, ada sekitar 40%-50% yang sudah melakukan settlement asset.

"Settlement asset mungkin sedang proses 40%-50%," ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (9/1/2020).

Baca Juga: Nasabah Hanson Tagih Duit Investasi, Benny Tjokro: Sedang Kami Usahakan

Sementera untuk proses restrukturisasi utang ataupun yang meminta pengembalian secara cash, Benny mengaku masih dalam tahap negosiasi. Hanya saja dirinya tidak menyebutkan berapa persisnya jumlah nasabah yang setuju melakukan restrukturisasi.

"Sisanya sedang negosiasi," ucapnya singkat.

Sebelumnya, Kuasa hukum Benny Tjokrosaputro, Bob Hasan mengatakan perusahaan menyiapkan dua skema penyelesaian pengembalian dana kepada para nasabahnya. Apalagi saat ini keuangan perusahaan tengah mengalami gangguan.

Baca Juga: Benny Tjokro Tawarkan 2 Skema Pengembalian Dana, Mau Tanah Kavling atau Restrukturisasi?

Pilihan pertama yang ditawarkan adalah penyelesaian settlement asset. Nantinya, nasabah ditawari menukarkan dananya menjadi aset fisik.

 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin

Adapun aset yang ditawarkan perusahaan berupa tanah kavling di lokasi proyek yang dimiliki Hanson. Tentunya sesuai dengan jumlah dana yang ditempatkan.

Pilihan kedua adalah perusahaan menawarkan restrukturisasi utang. Perusahaan akan mencicil pembayaran utang kepada nasabah beserta bunganya dengan dicicil selama 4 tahun.

Bob menjamin, tidak akan ada dana nasabah yang hilang. Saat ini saja sudah ada beberapa nasabah yang telah melakukan settlement asset maupun restrukturisasi aset.

"Jadi itulah solusi di tengah cash flow yang tidak ada. Dan kemudian menjamin gak akan ada para mitra uangnya hilang. Dan saat ini sudah ada yang telah settlement asset ( kavling tanah/rumah) dan juga banyak yang restruktur," jelasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini