Share

Bos Baru Pertamina Prioritaskan Pembangunan Kilang Balikpapan, Apa Alasannya?

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 29 Agustus 2018 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 29 320 1943121 bos-baru-pertamina-prioritaskan-pembangunan-kilang-balikpapan-apa-alasannya-40UhrHywON.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Pasca ditunjuk sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) yang baru, Nicke Widyawati langsung gerak cepat untuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR) yang diberikan oleh pemerintah. Salah satunya adalah dengan memeprcepat pembangunan kilang.

Nicke mengatakan, untuk pembangunan kilang, dirinya akan memprioritaskan untuk pembangunan kilang di Balikpapan. Kilang Balikpapan sendiri pembangunannya sudah bisa dilakukan pada tahun ini.

"Kilang yang jadi prioritas ini Kilang Balikpapan. Yang kita targetkan tandatangan kontrak itu adalah Balikpapan," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (29/8/2018).

 Kehangatan Plt Dirut Pertamina Nicke Widyawati Bersama 38.052 Anak Yatim dan Dhuafa

Alasan mengapa Balikpapan menjadi prioritas utama karena seluruh hal yang menyangkut pembangunan kilang sudah siap. Seperti salah satunya adalah masalah pembebasan lahan seluruh sudah bisa dirampungkan.

"Karena udah siap semua. Itulah kunci kenapa kita bisa maju. jadi fit kita lakukan sendiri, lahan kita lakukan sendiri," jelasnya.

Selain itu, yang akan menjadi prioritas selanjutnya adalah Grass Root Refinery (GRR) Tuban. Kilang Tuban sendiri ditargetkan peneyelasai masalah lahannya bisa rampung pada tahun ini, sehingga mulai tahun 2019 mendatang.

"Tuban masalah lahan itu yang menjadi target tahun ini," ucapnya.

 

Untuk yang lainnya lanjut Nicke, pihaknya akan terus terus dikomunikasikan terus. Namun dirinya kembali mengenaskan jika pembangunan kilang Balikpapan dan GRR Tuban akan menjadi prioritas utama.

Adapun saat ini Pertamina memiliki enam kilang yang mampu memproduksi 900.000 barel per hari. Keenam kilang tersebut meliputi Dumai, Plaju, Cilacap, Balikpapan, Balongan dan Kasim di Sorong.

"Itu termasuk yang akan kita lakukan koordinasi ulang bagaimana kelanjutannya," tegasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini