nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Singapura-Malaysia Akan Tersambung dengan Jembatan Baru

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 31 Agustus 2018 12:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 31 470 1943992 singapura-malaysia-akan-tersambung-dengan-jembatan-baru-Mvp0HeCt89.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

SINGAPURA - Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad menyatakan pemerintah berencana membangun jembatan penghubung ketiga antara Malaysia dan Singapura.

Proyek jembatan yang diperkirakan bisa rampung dalam jangka waktu 3-4 tahun itu akan membentang dari Johor ke Singapura. Saat ini Malaysia dan Singapura terhubung melalui jalur Woodlands Causeway di wilayah utara dan Second Link Bridge di wilayah barat.

Saat ditanya awak media terkait rencana pembangunan akses ketiga, Mahathir mengatakan, sejauh ini semuanya masih dalam tahap rencana. Dia tidak membeberkan lebih rinci.

Pemerintah Johor melakukan riset menyusul kemungkinan adanya rencana pembangunan jembatan dari Pengerang, dekat Kota Tinggi, menuju Pulau Ubin, Singapura. Jembatan itu dinilai dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di dua akses yang sudah ada.

Kepala Menteri Johor, Osman Sapian, menggelar diskusi dengan pihak yang tertarik membangun jembatan penghubung di Johor Timur. Pemeriksaan imigrasi dan pajak akan dilakukan satu kali.

“Kami mengamati jarak antara titik itu dengan Pulau Ubin sangat dekat, yakni hanya sekitar tiga kilometer,” kata Osman dikutip Bernama dan Channel News Asia.

Osman menambahkan, proyek itu masih tahap riset. Seluruh hasil riset akan di laporkan kepada pemerintah federal untuk dipelajari. Dia juga mengatakan proyek RTS kemungkinan akan mulai garap pada kuartal III/2019.

“Rancangannya tetap seperti semula. Tidak ada perubahan apapun,” katanya.

Warga Malaysia Jason Han yang melewati Woodlands Causeway dua kali sehari atau 10 kali sepekan mengaku melalui perjalanan sulit. Selain macet, jembatan sebelum memasuki jalan raya tersebut juga sangat sempit dan menanjak. Han mengaku menyaksikan dua kecelakaan di sana dalam empat tahun terakhir.

Penyeberangan yang sulit itu dihadapi sekitar 300 ribu warga Malaysia per hari. Mereka biasanya memilih berjalan kaki ketimbang membawa kendaraan sendiri. Setelah melewati Kompleks Karantina Imigrasi dan Bea Cukai, jalan itu tidak dilengkapi pedestrian atau lampu lalu lintas, kecuali plang peringatan.

Di bagian tengah Woodlands Causeway, sebuah lempengan batu besar, menyebabkan pengendara motor tidak bisa melakukan parkir di tepi jalan. Selain itu, para pejalan kaki terpaksa berjalan sedikit ke tengah.

“Sebagian besar dari kami berjalan kaki karena tidak ada pilihan lain. Kemacetan nya parah,” kata Han.

Sejak Mahathir terpilih menjadi PM Malaysia pada Mei lalu, masyarakat Johor, terutama yang bekerja di Singapura, meminta adanya perhatian dan peningkatan akses. Pemerintah Federal telah melakukan observasi langsung di Woodlands Causeway.

Pemerintah lokal akan melakukan apa pun untuk mengurai kemacetan. Pengendara motor yang lain, Razali Tompang, mengaku pernah terjebak macet hingga empat jam.

“Kejadian itu saat Ramadan. Saya kelelahan dan dehidrasi karena hanya terdiam di tengah-tengah kendaraan lainnya. Belum lagi ada yang merokok,” kata lelaki yang berkendara dari Johor Baru ke timur Singapura itu.

Razali mengatakan, implementasi M-Bike di CIQ pada akhir 2016 mempercepat antrean di bagian imigrasi. Namun, masalah kembali timbul setelah counter tutup pada pukul 17.00 saat para pengendara motor menumpuk.

Dia meminta pemerintah meningkatkan jumlah counter dan memastikan semuanya tetap buka. Gerbang otomatis hanya memerlukan waktu 14 detik, sedangkan gerbang manual 1 menit.

“Semuanya terbukti di lapangan. Pada pemilu lalu, saat Kementerian Imigrasi menyatakan akan mengoperasikan counter 100%, semua lancar dan tidak banyak kemacetan. Jalan raya bersih dalam hitungan jam,” kata Razali. (Muh Shamil)

1 / 2
GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini