Mana Lebih Mudah, Uang Elektronik atau Dompet Elektronik?

Agregasi Qerja.com, Jurnalis · Minggu 02 September 2018 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 02 20 1944818 mana-lebih-mudah-uang-elektronik-atau-dompet-elektronik-3NRNRxfIJg.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Saat ini, penggunaan uang elektronik dan dompet elektronik untuk transaksi non-tunai semakin berkembang. Hal ini karena kemudahan dan kepraktisan transaksi yang ditawarkan penyedia layanan uang elektronik dan dompet elektronik. Selain itu, pemerintah juga mendorong masyarakat menggunakan uang elektronik untuk membayar penggunaan sejumlah fasilitas umum.

Namun, hingga hari ini masih ada orang yang belum memahami betul tentang uang elektronik dan dompet elektronik. Atau, sebagian dari mereka hanya memakai uang elektronik, tapi tidak mau mencoba mencari tahu tentang kemudahan yang juga ditawarkan dompet elektronik. Berikut beberapa perbandingan antara uang elektronik dan dompet elektronik.

Basis Chip vs Basis Server


Uang elektronik berbasis chip menggunakan chip yang ditanam di kartu. Penggunaan uang elektronik tidak perlu dukungan konektivitas jaringan internet ke server.

Dompet elektronik berbasis server. Untuk menggunakan dompet elektronik, Anda memerlukan perangkat seperti komputer, tablet atau ponsel pintar. Jika ingin melakukan transaksi dengan dompet elektronik, seperti transfer uang atau pembayaran, maka gadget perlu tersambung dengan server penerbit melalui jaringan internet.

Cara Penggunaan

Uang elektronik memang lebih populer di kalangan masyarakat. Kartu uang elektronik lainnya bisa digunakan untuk berbagai transaksi non-tunai sehari-hari. Mulai dari belanja di supermarket, membayar tiket transportasi publik, transaksi di pintu tol, membayar makan di restoran, hingga pembelian tiket rekreasi di tempat hiburan.

Sementara penggunaan dompet elektronik masih terbatas karena penggunanya harus memakai layanan utama dari operator penerbit e-wallet. Kebanyakan orang hanya menggunakan untuk belanja online atau transaksi pembelia offline di gerai tertentu. Namun, dompet elektronik juga bisa digunakan untuk membeli token listrik, tagihan asuransi, TV berbayar, dan sebagainya.

Namun, ada fasilitas transaksi pada e-wallet yang tidak ditemukan pada e-money berbasis kartu, antara lain pembayaran token listrik, tagihan BPJS, tagihan TV berbayar, dan sebagainya.

Saldo

Pada 2018, Bank Indonesia merevisi batas saldo maksimal pada uang elektronik yang tidak tercatat data serta identitas penggunanya. Sebelumnya, pengguna e-money hanya bisa mengisi saldo maksimal Rp 1 juta, kini jumlahnya ditambah menjadi Rp 2 juta. Hal ini dilakukan agar pengguna e-money bisa leluasa menggunakan kartunya tanpa harus berhenti sejenak untuk menambah saldo.

Sementara saldo maksimal untuk dompet elektronik mencapai Rp 10 juta. Mengingat alat pembayaran ini juga bisa digunakan untuk melunasi berbagai tagihan bulanan yang nilainya besar.

Cara Pengisian Saldo

Cara mengisi saldo uang elektronik dan dompet elektronik bisa dilakukan melalui jaringan penerbit. Anda bisa menambah saldo di mesin EDC, anjungan tunai mandiri, internet banking maupun mobile banking.

Jika kehabisan saldo di tengah jalan, Anda bisa mencari gerai minimarket dan supermarket terdekat untuk mengisi ulang uang elektronik.

Keamanan

Sayangnya, kartu e-money tidak dilengkapi fitur keamanan. Jika pengguna teledor dang menghilangkan kartu, maka orang lain bisa menggunakan sisa saldo untuk bertransaksi. Hal ini sangat merugikan terutama bagi pemilik e-money yang baru mengisi saldo penuh.

Adapun dompet elektronik memiliki keunggulan berupa keamanan saldo pengguna. Hal ini karena penggunaan e-wallet berdasarkan nomor ponsel pemilik dompet dan ditambah dengan kode pin unik.

Setelah memahami karakteristik uang elektronik dan dompet elektronik, kini Anda bisa menimbang alat transaksi non-tunai yang cocok dengan gaya hidup sehari-hari. Anda bisa menggunakan salah satunya atau memakai keduanya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini