nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alternatif Investasi di Tengah Kelesuan Pasar Saham

Ulfa Arieza, Jurnalis · Senin 10 September 2018 11:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 10 278 1948421 alternatif-investasi-di-tengah-kelesuan-pasar-saham-lI8EgcTyCA.jpg Foto: Investasi di Tengah Kelesuan Pasar Saham (Ulfa/Okezone)

JAKARTA - Kondisi pasar saham yang cenderung fluktuatif akhir-akhir ini mengharuskan investor untuk pandai memilih instrumen investasi.

Salah satu instrumen investasi yang bisa jadi alternatif saat pasar bergejolak adalah Exchange Traded Fund (ETF) yang merupakan reksa dana yang unit penyertaannya dicatatkan dan diperdagangkan di bursa seperti saham.

Perbedaannya dengan reksa dana konvesional, jual beli ETF lebih fleksibel setiap detik, sementara jual-beli reksa dana konvesional hanya dapat dilakukan sebelum waktu penutupan, yaitu pukul 13.00 di harga yang terbentuk pada saat penutupan pasar pukul 16.00.

"Justru dari sisi market yang lagi volatile ini, ETF merupakan alat investasi yang menurut saya paling efisien yang bisa digunakan untuk investor. Karena bisa akses market Indonesia secara fleksibel transparan dan jauh lebih efisien," papar President & CEO Pinnacle Investment Guntur Putra di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (10/9/2018).

 

Atas keyakinan itu, Pinnacle Investment baru saja meluncurkan produk ETF baru di tengah kondisi pasar yang masih volatile. Produk ETF ke 7 yang dicatatkan Pinnacle Investment adalah Pinnacle FTSE Indonesia ETF (XPFT). Pinnacle FTSE Indonesia ETF menggunakan dan mereplikasi indeks FTSE Indonesia sebagai underlying benchmark.

Guntur mengatakan, performa FTSE Indonesia Index secara jangka panjang adalah salah satu yang paling dekat dengan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Kurang lebih kalau lihat tracking error selama 3 sampai 5 tahun sama dengan IHSG, paling selisih beberapa basis," papar Guntur.

 Pembukaan Pagi Ini IHSG Anjlok Nyaris 1%

Guntur mengatakan, mengacu data Jumat pekan lalu, dana kelolaan Pinnacle Investment mencapai Rp4,5 triliun, di mana mayoritas 98% merupakan kontribusi ETF berbasis saham dan reksa dana konvensional berbasis saham.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini