Cerita Jokowi soal Industri Film Korea Selatan

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 10 September 2018 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 10 320 1948547 cerita-jokowi-soal-industri-film-korea-selatan-gpdfhrOV50.jpg Foto: Jokowi di Korsel (Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara Forum Bisnis dan Investasi Indonesia-Korea 2018 yang digelar di Hotel Lotte, Seoul, Korea Selatan. Pertemuan itu membahas kerja sama di bidang manufaktur dan industri antara Korea Selatan-Indonesia.

Jokowi mengatakan bahwa Indonesia dan Korea merupakan dua negara sahabat Lama. Sebab, selama ini banyak perusahaan Korea yang telah menjalankan bisnisnya selama puluhan tahun di Indonesia.

Saat ini pabrik sepatu dan garmen Korea memperkerjakan lebih dari 900.000 pekerja Indonesia. Perusahaan Korea juga merupakan investor yang besar dalam sektor industri dasar seperti sektor baja dan kimia di Indonesia.

"Secara keseluruhan, Anda semua telah menjadikan Korea Selatan sebagai investor internasional ketiga terbesar di Indonesia," kata Jokowi dari keterangan resmi Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Senin (10/9/2018).

 

Dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Bisnis Korea-Indonesia Chosun Ilbo di Jakarta, bulan Maret tahun lalu, Kepala Negara mencatat bahwa di era media sosial (medsos) konsumen saat ini lebih memilih pengalaman, petualangan, menciptakan memori, serta berbagi.

Menurut dia, hal ini berarti ekonomi juga akan bergeser ke arah pelayanan, seperti sektor finansial, real estate, pariwisata dan gaya hidup, serta industri kreatif.

"Oleh karena itu, tahun lalu saya mengundang Anda untuk mengambil langkah selanjutnya dengan berinvestasi di sektor pariwisata dan gaya hidup serta industri kreatif di Indonesia," kata Presiden.

Jokowi menuturkan, sejumlah perusahaan hiburan dan media Korea telah memasuki pasar Indonesia selama satu tahun terakhir dan telah meningkatkan investasinya secara signifikan.

 

Dia pun mencontohkan film nomor satu di Indonesia pada tahun 2017 diproduksi oleh perusahaan film asal Korea. Sejumlah kesepakatan pengembangan pariwisata dengan perusahaan Korea Selatan juga disebut Presiden tengah dalam pembahasan.

"Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih, atas terpenuhinya undangan saya tersebut," ujarnya.

Dalam konferensi Chosun Ilbo tersebut Presiden juga mencatat bahwa saat ini dunia sudah memasuki era revolusi industri 4.0. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu percaya bahwa revolusi industri 4.0 tidak akan selamanya menjadi kekhususan bagi negara-negara kaya.

"Saya memperkirakan, banyak negara berkembang akan mengadopsi industri 4.0 dalam waktu singkat," katanya.

Jokowi menerangkan, revolusi industri 4.0 selama 12 tahun ke depan tidak akan jauh berbeda dengan revolusi smartphone dalam 12 tahun terakhir. Revolusi smartphone yang berawal di Amerika Serikat saat peluncuran iPhone sebelas tahun lalu, dengan cepat menyebar dari negara-negara kaya ke negara-negara berkembang.

Pada kesempatan ini, Presiden juga menyampaikan salah satu program pemerintah Making Indonesia 4.0 yang secara resmi telah diluncurkan pada 4 April 2018 lalu. Melalui program ini, Presiden mengatakan Indonesia akan bergerak cepat dalam merangkul teknologi revolusi industri 4.0.

"Bahkan, perusahaan Korea Selatan seperti Samsung dan LG punya peran penting dalam mengembangkan sektor tersebut ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Saya mengajak sektor bisnis Korea Selatan untuk melakukannya lagi, membawa perkembangan teknologi terbaru ke Indonesia, kali ini teknologi 4.0," kata Kepala Negara.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini