Share

4 Jalur Kereta di Jabar Bakal 'Hidup Kembali'

CDB Yudistira, Jurnalis · Kamis 13 September 2018 10:22 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 13 320 1949798 4-jalur-kereta-di-jabar-bakal-hidup-kembali-9qwXEvAICu.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

BANDUNG - PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah memfokuskan kembali rencana reaktivasi jalur kereta api di Jawa Barat.

Ada empat jalur yang akan dihidupkan kembali diantaranya jalur ini akan mencakup rute Banjar-Cijulang-Pangandaran-Parigi, Garut-Cikajang, Cikudapateuh Bandung-Banjaran-Ciwidey, dan Rancaekek-Tanjungsari.

Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil menilai, reaktivasi jalur kereta dipandang menguntungkan bagi masyarakat karena ada kemudahan transportasi. Menurutnya, daerah-daerah yang dilalui lajur kereta api dinilai bisa tumbuh perekonomiannya karena ada pergerakan orang dan barang, dengan aksesbilitas yang semakin mudah.

ย 

Hal ini terungkap usai pertemuan pihaknya dengan direktur PT KAI beserta jajarannya, di Gedung Sate Kota Bandung, Rabu 12 September 2018.

Di samping itu, Emil, sapaan akrabnya, ingin juga dibangun stasiun-stasiun baru di titik- titik wisata, perumahan, ataupun di titik- titik keramaian, untuk memecah kepadatan.

"Saya ingin mengembalikan budaya naik kereta. Saya ingin Jawa Barat seperti Eropa, masyarakat ke mana-mana bisa naik kereta karna nyaman dan terintegerasi," harap Emil.

ย Proyek Rel Kereta Double-Double Track Manggarai-Cikarang Selesai Awal 2018

Proyek reaktivasi ini pun diharapkan mampu selesai, dan dapat langsung terintegerasi dengan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro, mengatakan, rencana reaktivasi membutuhkan dukungan dari Pemprov Jabar. Khususnya, dalam hal penertiban warga yang tinggal di sekitaran rel yang sudah bertahun- tahun tidak aktif itu. Adapun PT KAI akan fokus pada persiapan operasional.

โ€œDari empat ini, kami akan evaluasi mana yang paling mungkin dilakukan secepatnya. Dari empat itu jalur mana yang lebih akomodatif membantu masyarakat, baik untuk mengangkut orang maupun barang, seperti misalnya hasil bumi,โ€ jelas Edi.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini