nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tips Mengatur Keuangan untuk Liburan

Agregasi Qerja.com, Jurnalis · Minggu 16 September 2018 07:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 15 320 1950958 tips-mengatur-keuangan-untuk-liburan-NLIORr6x6I.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Liburan adalah salah satu kebutuhan gaya hidup pekerja. Ketika kebutuhan dasar sudah terpenuhi, pekerja ingin berlibur untuk melepas penat, menyegarkan pikiran, hingga mencari pengalaman baru.

Masalahnya, liburan juga membutuhkan dana yang tidak sedikit. Seorang pekerja yang ingin liburan sendiri atau bersama keluarga harus mempersiapkan dana untuk membiayai kebutuhan jalan-jalannya. Berikut tips menyusun rencana keuangan untuk liburan agar tidak mengganggu arus kas bulanan pekerja.

Membuat Perencanaan Jauh-jauh Hari

Anggaran liburan harus disusun jauh sebelum hari H. Jika Anda ingin melakukan liburan besar ke destinasi wisata yang jauh baik di dalam maupun luar negeri, maka buat rencana anggaran sejak setahun sebelumnya. Sementara, jika Anda ingin berwisata di tempat yang dekat dan relatif lebih murah, harus tetap membuat rencana anggaran paling tidak tiga bulan sebelumnya.

Rencana anggaran liburan bisa digunakan sebagai acuan untuk menabung. Anda bisa mulai menyisihkan penghasilan setiap bulan untuk kebutuhan liburan. Uang tersebut bisa dimasukkan ke dalam tabungan rencana yang diperuntukkan khusus liburan. Atau, jika perusahaan akan membagikan bonus, Anda bisa langsung menyimpannya di deposito sampai waktu liburan yang ditentukan.

Menyusun Prioritas Anggaran

Setiap orang punya gaya liburan yang berbeda-beda. Maka, kita mengenal istilah liburan ala koper yang identik untuk jenis liburan mewah dan liburan ala ransel untuk wisatawan yang mementingkan petualangan selama perjalanan.

Bila Anda adalah orang yang mengutamakan akomodasi dan transportasi yang nyaman selama berwisata, maka harus mengalokasikan 50 persen atau lebih dari keseluruhan dana untuk biaya tersebut. Sementara, bagi Anda yang mementingkan pengalaman dan kunjungan ke berbagai destinasi wisata, tidak perlu hotel mewah. Jadi, Anda bisa menekan biaya akomodasi di kota tujuan.

Menyisihkan Anggaran untuk Belanja

Para turis biasanya tertarik membeli cendera mata sebagai tanda pernah mengunjungi satu tempat wisata. Selain itu, wisatawan juga butuh belanja untuk oleh-oleh.

Maka itu, Anda mesti memperhitungkan pos belanja dalam rencana anggaran liburan. Anda bisa mengalokasikan sekitar 10 persen dana liburan untuk kebutuhan belanja.

Menyiapkan Dana Tak Terduga

Pada saat perjalanan liburan, Anda bisa saja mengalami kejadian tak terduga. Misalnya, jika ban mobil sewaan tiba-tiba bocor dan harus diganti dengan merogoh kocek pribadi.

Untuk itu, Anda bisa menyiapkan dana tak terduga sekitar 10 persen dari total anggaran liburan. Dana tak terduga akan menyelamatkan Anda dari situasi terdesak saat liburan.

Bijak Menggunakan Kartu Kredit

Sebenarnya, Anda tidak disarankan berhutang untuk kebutuhan liburan. Tetapi, terkadang kartu kredit bisa menjadi penyelamat kala butuh uang saat liburan. Anda bisa memasukkan “tambahan uang” dari kartu kredit dalam rencana aggaran liburan.

Tapi, Anda harus bijak dalam menggunakan kartu kredit. Rencanakan batasan penggunaan kartu kredit untuk liburan. Lalu, Anda harus disiplin dengan hanya menggunakan kartu kredit di tempat-tempat yang memberikan promo khusus. Anda juga bisa menggunakan kartu kredit sebagai dana tak terduga jika kehabisan uang tunai di tempat tertentu.

Dengan membuat rencana anggaran liburan yang baik, maka Anda tidak perlu tekor setelah pulang dari perjalanan wisata. Anda bisa menikmati waktu luang yang nyaman dan mendapatkan manfaat liburan dengan optimal.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini