nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Defisit Transaksi Berjalan, Sri Mulyani: Saya Tak Akan Berhenti Ngomel

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 24 September 2018 18:57 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 24 20 1954988 soal-defisit-transaksi-berjalan-sri-mulyani-saya-tak-akan-berhenti-ngomel-MO7hf1UknN.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut defisit transaksi berjalan (current account defisit/CAD) akan menurun pada kuartal keempat tahun 2018 ini. Sebab, pemerintah telah menerapkan beberapa kebijakan untuk menekan CAD.

Pemerintah sendiri memang telah melakukan berbagai macam tindakan untuk menekan CAD. Seperti penerapan Biodisel 20% (B20) untuk mengurangi impor bahan baku minyak solar.

Selain itu, pemerintah juga menunda beberapa proyek infrastruktur yang bukan menjadi prioritas. Tujuannya agar angka impor bahan baku konstruksi bisa ditekan.

 

Selain itu yang terbaru adalah pengenaan Pajak Penghasilan (PPh) Impor. Hal tersebut diperkuat dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 110/PMK.010/2018 yang berlaku per 13 September 2018 pukul 00.01 WIB lalu

"Kita akan lihat di kuartal IV, measures atau tindakan yang sudah dilakukan seperti penerapan B20 dan kita akan terus koordinasi dengan Menteri-menteri yang lain. Tapi dari kita, Kemenkeu menyiapkan seluruh instrumen fiskal. Kalau memang ada yang perlu ditambah kita tambah, ada yg kurang kita kurang, gitu ya," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (24/9/2018).

Selain itu lanjut Sri Mulyani, pihaknya juga tidak akan bosan-bosannya menceramahi pegawai di Kementeriannya sebelum CAD bisa turun. Sebab menurutnya, CAD menjadi elemen vital untuk kestabilan nilai tukar mata uang Rupiah.

"Selama CAD kita masih membesar saya tidak berhenti ngomel ke (jajaran) Kementerian Keuangan. Pre‎ssure itu akan terus saya lakukan. Jangan berharap saya jadi nice enough," ucapnya.

 

Adapun kondisi CAD saat ini alias di kuartal III diprediksi masih belum berubah. Sebab, beberapa kebijakan baru diterapkan pada bulan Agustus dan September lalu.

Untuk semester I, CAD sudah mencapai USD13,5 miliar. Posisi CAD sekarang tembus sedangkan CAD saat ini tembus 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Jadi kalau kita lihat September, which is sekarang sudah hampir akhir tahun. Kita lihat saja datanya," ucapnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini