Sri Mulyani Ingatkan Pengelola Dana Pensiun soal Gejolak Ekonomi Global

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 26 September 2018 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 26 320 1955767 sri-mulyani-ingatkan-pengelola-dana-pensiun-soal-gejolak-ekonomi-global-G3Kq3tcy59.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berpesan kepada pengelola dana pensiun untuk lebih berhati-hati dalam menghadapi tantangan global. Sebab, cepat atau lambat jika tidak diantisipasi sejak dini, pengelola dana pensiun akan terkena dampaknya.

Menurut Sri Mulyani, pesan ini sengaja disampaikan sebagai langkah antisipasi. Jangan sampaikan, ketika sudah terasa dampaknya, para pengelola dana pensiun baru mengeluhkan kepada pemerintah.

"Saya berharap dana pensiun mengantisipasi ini, jangan nanti kalau sudah kena, minta tolong ke pemerintah," ujarnya dalam acara HUT Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) ke-33 di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (26/9/2018).

 

Selain itu lanjut Sri Mulyani, pengelola dana pensiun juga harus memahami betul kondisi perekonomian terkini baik dalam negeri maupun global. Sebab, hal itu sangat penting untuk menyusun dalam rencana pengelolaan perusahaan.

"Pahami arah ke depan dari perekonomian jadi sangat penting karena berimplikasi kepada bagaimana keputusan Anda untuk mengelola dana investasi dan meletakan di instrumen apa yang sesuai," ucapnya.

 Baca Juga: Dana Pensiun RI Hanya Rp266 Triliun, Sri Mulyani: Sangat Kecil Sekali

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga memaparkan tentang kondisi terkini dari perekonomian global. Berbagai kebijakan menjadi faktor ekonomi dunia berubah sangat cepat.

Sebut saja perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dengan Cina. Kemudian ada kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang kembali berencana menaikan suku bunga acuannya pada bulan ini.

 Baca Juga: 44% Masyarakat Indonesia Belum Pikirkan Dana Pensiun

Hampir semua kebijakan tersebut menurutnya mempengaruhi perekonomian dunia. Bahkan ada beberapa negara yang mengalami krisis akibat perubahan ini.

"Dan saya asumsikan para pengurus dana pensiun punya ingatan cukup panjang mengenai situasi perubahan dunia," jelasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini