Share

Intip 3 Skenario Ketersediaan Gas Bumi di Indonesia

Giri Hartomo, Okezone · Senin 01 Oktober 2018 17:54 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 01 320 1958162 intip-3-skenario-ketersediaan-gas-bumi-di-indonesia-OG3tPL7lPN.jpg ESDM Luncurkan Buku Neraca Gas Indonesia (Foto: Giri)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berusaha memastikan ketersediaan pasokan gas bumi di Indonesia. Beberapa skenario pun sudah disiapkan oleh agar kebutuhan gas dalam negeri bisa terpenuhi untuk jangka waktu 19 tahun ke depan.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, mempertimbangkan seluruh potensi pasokan gas bumi Indonesia setidaknya, ada tiga skenario kebutuhan gas bumi ke depan yang disiapkan pemerintah. Skenario pertama adalah Neraca Gas Nasional diproyeksikan mengalami surplus gas pada tahun 2018-2027.

Hal tersebut dikarenakan perhitungan proyeksi kebutuhan gas mengacu pada realisasi pemanfaatan gas bumi serta tidak diperpanjangnya kontrak-kontrak ekspor gas pipa/LNG untuk jangka panjang.

Baca Juga: Wamen Arcandra Minta Kontrak Jual Beli Gas Dievaluasi

Kemudian kedua, Neraca Gas Nasional diproyeksikan tetap surplus pada tahun 2018-2024. Sedangkan pada tahun 2025-2027 terdapat potensi di mana kebutuhan gas lebih besar daripada pasokan, namun hal tersebut belum mempertimbangkan adanya potensi pasokan gas dari penemuan cadangan baru dan kontrak gas di masa mendatang seperti blok Masela dan blok East Natuna.

Adapun proyeksi kebutuhan gas pada skenario II, menggunakan asumsi pemanfaatan gas dari kontrak eksisting terealisasi 100%. Pemanfaatan gas untuk sektor kelistrikan sesuai dengan RUPTL 2018-2027, asumsi pertumbuhan gas bumi sesuai dengan pertumbuhan ekonomi yaitu 5,5% untuk sektor Industri Retail.

"Pelaksanaan Refinery Development Master Plan (RDMP) sesuai jadwal, pelaksanaan pembangunan pabrik-pabrik baru petrokimia dan pupuk sesuai jadwal," ujarnya dalam acara launching buku di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Selanjutnya yang ketiga adalah, Neraca Gas Nasional diproyeksikan surplus gas dari tahun 2019-2024. Sedangkan tahun 2018 tetap mencukupi sesuai realisasi dan rencana tahun berjalan.

Baca Juga: Buku Neraca Gas Indonesia 2018-2027, Beri Kepastian untuk Investor

Sementara pada tahun 2025-2027, sebagaimana skenario kedua bahwa terdapat potensi dimana kebutuhan gas lebih besar daripada pasokan, namun hal tersebut belum mempertimbangkan adanya potensi pasokan gas dari penemuan cadangan baru dan kontrak gas di masa mendatang seperti blok Masela dan blok East Natuna.

Adapun proyeksi kebutuhan gas pada skenario III menggunakan asumsi pemanfaatan gas dari kontrak eksisting terealisasi 100%, pemanfaatan gas untuk sektor kelistrikan sesuai dengan RUPTL 2018-2027, sektor industri retail memanfaatkan gas pada maksimum kapasitas pabrik serta penambahan demand dari pertumbuhan ekonomi dengan asumsi 5,5%.

"Pelaksanaan RDMP sesuai jadwal, pelaksanaan pembangunan pabrik-pabrik baru petrokimia dan pupuk sesuai jadwal," ucapnya.

Arcanda menjelaskan, pada tahun 2017, pemanfaatan gas bumi untuk domestik sudah sebesar 59% atau lebih besar dari ekspor yang sebesar 41%. Di mana pemanfaatan gas bumi domestik tersebut meliputi sektor industri sebesar 23,18%, sektor kelistrikan sebesar 14,09%, sektor Pupuk sebesar 10,64%, Lifting Migas sebesar 2,7%, LNG Domestik sebesar 5,64 persen, LPG Domestik sebesar 2,17% dan 0,15% untuk Program Pemerintah berupa Jargas Rumah Tangga dan SPBG. Sedangkan ekspor gas pipa sebesar 12,04% dan LNG Ekspor 29,37%.

(Feb)

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini