nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sariguna Kantongi Dana Rp274 Miliar dari Private Placement

Selasa 02 Oktober 2018 13:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 02 278 1958545 sariguna-kantongi-dana-rp274-miliar-dari-private-placement-aRXtybG7RR.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Perkuat modal dalam mendanai pengembangan bisnis, PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) bakal menggelar privae placement atau penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD). Pada aksi korporasi tersebut, perusahaan minuman kemasan ini telah menetapkan harga private placement sebesar Rp274. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, yang dikutip dari Harian Neraca, Selasa (2/10/2018).

Dengan melepas 1 miliar saham baru atau 9,09% dari total ditempatkan, perseroan akan meraup Rp274 miliar. Rencananya, dana hasil private placement akan digunakan untuk membayar utang perseroan pada PT BCA Tbk (BBCA) sebesar Rp225 miliar. Sedangkan, Rp20,3 miliar akan digunakan untuk belanja modal, seperti pembelian mesin, peralatan kendaraan dan instalasi pabrik. Selebihnya, akan digunakan untuk membiayai modal kerja perseroan.

Baca Juga: Perkuat Modal, Produsen Air Minum Cleo Terbitkan Saham Baru

Masih berdasarkan keterbukaan informasi tersebut, PT Global Sentral Abadi (GSA) selaku pemegang 51,6% saham CLEO akan mengambil 1 miliar saham. Untuk itu, perseroan akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada tanggal 7 November 2018 guna memperoleh persetujuan aksi korporasi ini. Asal tahu saja, CLEO berencana untuk meningkatkan utilisasi pabrik seiring menggemuknya permintaan.

Pembukaan Pagi Ini IHSG Anjlok Nyaris 1% 

Wakil Direktur Utama Sariguna Primatirta Melisa Patricia pernah bilang, perseroan juga segera melakukan penambahan lahan baru untuk memperluas atau membangun pabrik baru. Namun, rencana tersebut masih dalam pembahasan internal perusahaan. Disebutkan, perseroan akan menambah utilisasi. Pada semester I/2018, utilisasi pabrik perseroan hanya 47% menjadi 70%. Emiten bersandi saham CLEO memiliki pabrik di Ngoro, Kendari dan Pandaan. Pada semester I/2018, CLEO membukukan penjualan senilai Rp362,21 miliar atau naik 27% year on year.

Baca Juga: Naik 27%, Penjualan Sariguna Primatirta Capai Rp362,21 Miliar

Dari sisi segmen, penjualan air minum dalam kemasan (AMDK) galon mencapai Rp131,04 miliar, tumbuh 22,33% dari posisi Rp107,12 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan AMDK botol dan gelas per Juni 2018 masing-masing senilai Rp122,14 miliar dan Rp106,88 miliar, dengan pertumbuhan masing-masing 29,63% dan 60,19% year on year. Sementara itu, segmen lainnya mengalami penurunan hingga 80% year on year menjadi Rp2,14 miliar.

Pembukaan Pagi Ini IHSG Anjlok Nyaris 1% 

Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk CLEO per semester I/2018 senilai Rp27,73 miliar, tumbuh 60,5%, dari posisi Rp17,27 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hingga akhir 2018, CLEO mengincar pertumbuhan penjualan hingga 62% hingga akhir 2018 atau menjadi Rp1 triliun. Untuk memuluskan target yang ditetapkan, CLEO mengalokasikan belanja modal senilai Rp200 miliar untuk pembelian tanah dan bangunan, mesin-mesin dan peralatan pabrik, armada kendaraan dan investasi galon kosong.

Perseroan akan mengoperasikan pabrik Ngoro dan pabrik Kendari. Grup Tanobel memproyeksikan, jumlah kapasitas produksi untuk pabrik baru di Ngoro adalah 250 juta liter dan untuk pabrik di Kendari sebesar 150 juta liter. Selain itu, perseroan juga akan melakukan perluasan pabrik di Pandaan dengan menambah kapasitas produksi sebesar 250 juta liter.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini