nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perkuat Modal, Produsen Air Minum Cleo Terbitkan Saham Baru

Kamis 27 September 2018 13:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 27 278 1956287 perkuat-modal-produsen-air-minum-cleo-terbitkan-saham-baru-j5nnuPaqDc.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnisnya, PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) berencana melakukan penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement.

"Dalam rangka meningkatkan kinerja usaha, perseroan merasakan perlu untuk memperkuat struktur permodalan. Perseroan berencana melaksanakan PMTHMETD,” kata Sekretaris Perusahaan Sariguna Primatirta, Lukas Setio Wongso Wong dalam siaran persnya di Jakarta seperti dikutip Harian Neraca.

Pada 7 November 2018, perseroan berencana melakukan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di Surabaya untuk meminta persetujuan aksi korporasi tersebut.

 Baca Juga: Naik 27%, Penjualan Sariguna Primatirta Capai Rp362,21 Miliar

Sementara Direktur Sariguna Primatirta, Belinda Natalia tidak menampik adanya rencana private placement perseroan. Akan tetapi, pihaknya masih enggan memerincikan nilai yang dibutuhkan untuk meningkatkan modal perseroan.

 

Asal tahu saja, CLEO berencana untuk meningkatkan utilisasi pabrik seiring menggemuknya permintaan. Wakil Direktur Utama Sariguna Primatirta Melisa Patricia pernah bilang, perseroan juga segera melakukan penambahan lahan baru untuk memperluas atau membangun pabrik baru. Namun, rencana tersebut masih dalam pembahasan internal perusahaan.

Disebutkan, perseroan akan menambah utilisasi. Pada semester I/2018, utilisasi pabrik perseroan hanya 47% menjadi 70%. Emiten bersandi saham CLEO memiliki pabrik di Ngoro, Kendari dan Pandaan. Pada semester I/2018, CLEO membukukan penjualan senilai Rp362,21 miliar atau naik 27% year on year.

 Baca Juga: Bangun 2 Pabrik Baru, Sariguna Primatirta Anggarkan Capex Rp140 Miliar

Dari sisi segmen, penjualan air minum dalam kemasan (AMDK) galon mencapai Rp131,04 miliar, tumbuh 22,33% dari posisi Rp107,12 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan AMDK botol dan gelas per Juni 2018 masing-masing senilai Rp122,14 miliar dan Rp106,88 miliar, dengan pertumbuhan masing-masing 29,63% dan 60,19% year on year. Sementara itu, segmen lainnya mengalami penurunan hingga 80% year on year menjadi Rp2,14 miliar.

 

Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk CLEO per semester I/2018 senilai Rp27,73 miliar, tumbuh 60,5%, dari posisi Rp17,27 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Hingga akhir 2018, CLEO mengincar pertumbuhan penjualan hingga 62% hingga akhir 2018 atau menjadi Rp1 triliun. Untuk memuluskan target yang ditetapkan, CLEO mengalokasikan belanja modal senilai Rp200 miliar untuk pembelian tanah dan bangunan, mesin-mesin dan peralatan pabrik, armada kendaraan dan investasi galon kosong.

Perseroan akan mengoperasian pabrik Ngoro dan pabrik Kendari. Grup Tanobel memproyeksikan, jumlah kapasitas produksi untuk pabrik baru di Ngoro adalah 250 juta liter dan untuk pabrik di Kendari sebesar 150 juta liter. Selain itu, perseroan juga akan melakukan perluasan pabrik di Pandaan dengan menambah kapasitas produksi sebesar 250 juta liter.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini