nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Jatuh, 2 Indeks Utama Alami Penurunan Terbesar

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 07:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 11 278 1962465 wall-street-jatuh-2-indeks-utama-alami-penurunan-terbesar-vT9aptswD0.jpg Foto: Wall Street (Reuters)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street jatuh pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat. Hal tersebut terlihat dengan terjadinya penurunan pada dua indeks utama, yakni Dow Jones dan S&P 500.

Melansir Reuters, Kamis (11/10/2018), dua indeks utama Wall Street mengalami penurunan harian terbesar sejak 8 Februari. Saham teknologi terkena imbasnya karena meningkatnya hasil treasury AS yang membuat investor menghindari dari aset berisiko.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Tergelincir karena Imbal Hasil Obligasi

Dow Jones Industrial Average turun 831,83 poin atau 3,15% menjadi 25.598,74, S & P 500 kehilangan 94,66 poin atau 3,29% menjadi 2,785.68 dan Nasdaq Composite turun 315,97 poin atau 4,08% menjadi 7.422,05.

Hasil treasury jangka panjang AS naik lagi dalam perluasan tren selama beberapa minggu terakhir didorong oleh data ekonomi AS yang semakin kuat. Tentu hal ini membuat ekspektasi bahwa akan terjadi kenaikan suku bunga selama 12 bulan ke depan.

Investor pun khawatir tentang dampak ketegangan perdagangan pada keuntungan perusahaan dan pendaratan Hurricane Michael di Florida menambah ketidakpastian.

Nasdaq mencatat penurunan harian terbesar sejak 24 Juni 2016. Saham teknologi mengalami penurunan satu hari terbesar sejak Agustus 2011.

Baca Juga: Wall Street Lesu Usai IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi Global

"Ini efek kumulatif dari pergerakan suku bunga selama lima hari terakhir dan laporan berita tentang perdagangan yang berdampak pada perusahaan," kata Manajer Portofolio Senior Ed Campbell.

“Kami melihat saham yang menggantung di sana cukup bagus karena suku bunga bergerak dan sekarang mereka mulai turun. Pasar mulai merenungkan bahwa ini bisa menjadi Fed yang terlalu bersemangat dalam hal kenaikan suku bunga," tambahnya.

Ahli Strategi Investasi AS Mona Mahajan menambahkan, pasar berpotensi menjual sebanyak 10% dari catatannya sebelum maju lagi.

"Pasar mencerna potensi bahwa harga bergerak ke atas akhirnya meresap ke dalam ekonomi rill dalam bentuk tingkat hipotek, suku bunga, suku bunga pinjaman mahasiswa," kata Mahajan. 

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini