Alibaba Bidik Rp377,5 Triliun saat Singles Day

Andrea Heschaida Nugroho, Jurnalis · Senin 22 Oktober 2018 10:51 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 22 320 1967155 alibaba-bidik-rp377-5-triliun-saat-singles-day-LRZ4RGVFxs.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - E-Commerce asal China, Alibaba merencanakan event belanja terbesar yang akan diadakan pada 11 November di seluruh platformnya yang dinamakan Singles Day atau sering disebut 11:11. Event ini disebut-sebut sebagai pesaing dari Black Friday di Amerika Serikat (AS).

Hal ini dilakukan sebagai perayaan 10 tahun event Single’s Day berlangsung, dengan total GMV (Gross Merchandise Value) pada tahun 2017 sebesar USD25.3 juta, mengalahkan Black Friday yang hanya mengumpulkan USD5 juta. Untuk Singles Day tahun ini, Alibaba membidik USD25 miliar atau setara Rp377,5 triliun (kurs Rp15.100 per USD).

Baca Juga: Terungkap, Ini Jejak Perjalanan Karier Pendiri Alibaba yang Tak Diketahui Semua Orang

Melansir CNBC, Senin (22/10/2018), untuk Alibaba, program ini berstrategi untuk menggabungkan e-commerce seperti Tmall dan Taobao dengan physical store, logistik, food delivery, selama dua tahun terakhir, sebagai pengembangan transformasi digital untuk meningkatkan inovasi bagi merchants dan customer di masa yang akan datang, hal ini disampaikan oleh CEO Alibaba Daniel Zhang di salah satu event di Beijing, Tiongkok.

Untuk pertama kalinya, Lazada, E-commerce yang berasal dari Singapura ini, berpartisipasi dalam event Singles Day, untuk menggarap customer yang berasal dari Asia Tenggara yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Singapura. Begitu pula, Ele.me, food delivery platform yang diciptakan oleh Alibaba ini, juga memperluas pelayanannya dengan Starbucks di 11 kota di Tiongkok seperti Beijing dan Shanghai.

Baca Juga: 5 Produk RI Dijual di Toko Jack Ma

Tak hanya itu, kopi, biskuit, kerupuk udang, mie instan, dan produk olahan sarang burung walet yang berasal dari Indonesia pun turut diperjual-belikan melalui situs Double Eleven dalam event Singles Day ini.

Alibaba berharap, dengan adanya penyebarluasan dengan multi-negara dan multi-platform tersebut dapat mengalahkan rekor Singles Day pada tahun 2017 lalu dan menaikkan saham Alibaba yang turun sebesar 17% tahun ini, dengan mendatangkan investor-investor baru.

 

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini