nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta-Fakta Pengelolaan Aset Negara demi Dongkrak Ekonomi

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 23 Oktober 2018 13:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 23 320 1967797 fakta-fakta-pengelolaan-aset-negara-demi-dongrak-ekonomi-zWzs7Cl4Sw.jpg Ilustrasi: Foto Koran Sindo

JAKARTA - Pengelolaan aset harus dilakukan secara optimal agar menghasilkan kontribusi terhadap perekonomian negara.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun meminta agar Kementerian Perhubungan mengelola asetnya dengan baik.

Baca Juga: Sri Mulyani: Aset Negara Dapat Meningkatkan Pendapatan

Berikut fakta-fakta soal pengelolaan aset seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

1. Negara maju manfaatkan aset. Yang disebut negara maju karena mereka bekerja untuk value yang lebih besar. Kementerian Perhubungan pasti mempunyai aset dan menghasilkan yang positif.

"Harus ada aset manajemen dan harus bisa berkontribusi,” kata Sri Mulyani.

2. Apabila aset tersebut dimanfaatkan dengan baik, maka pemerintah bisa melakukan pekerjaan lain agar bisa berkontribusi bagi negara.

Baca Juga:  Aset Terbesar Perusahaan adalah Karyawan Cerdas

3. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Kemenhub telah melakukan pemanfaatan 30 aset untuk dikelola melalui berbagai skema yang melibatkan berbagai pihak seperti kerja sama pemerintah dengan badan usaha.

4. Studi yang dilakukan IMF menunjukkan bahwa penggunaan aset suatu negara yang baik berpotensi bisa meningkatkan potensi penerimaan hingga 1,5% dari GDP.

5. Aset tetap pada neraca dalam bentuk tanah, peralatan, mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi dan jaringan, serta aset tetap lainnya, dan konstruksi dalam pengerjaan memiliki nilai yang sangat signifikan dibanding aset lancar dan aset lainnya dalam neraca pemerintah pusat.

6. Hal ini tentu perlu didukung oleh pengelolaan barang milik negara (BMN) yang baik, profesional, dan akuntabel.

7. Pada 2007-2010 pemerintah pusat pernah melakukan inventarisasi dan penilaian atas seluruh BMN yang berada di kementerian/lembaga. Inventarisasi dan penilaian tersebut merupakan pertama kali dilakukan Indonesia sejak mendeklarasikan proklamasi.

 Baca Juga: Kementerian PUPR Hibahkan Aset Senilai Rp1,8 Triliun

8. Kegiatan penilaian kembali BMN pada 2017-2018 atau satu dekade sesudahnya dilakukan untuk BMN tertentu, yaitu aset tetap dalam bentuk tanah, gedung, dan bangunan, serta jalan, irigasi dan jaringan pada K/L yang diperoleh sampai 31 Desember 2015. Agar tidak berjalan berlarut-larut, pelaksanaan kembali penilaian BMN harus sudah diselesaikan selu ruhnya pada 2018 ini.

9. Berdasarkan data yang ada, BMN yang telah dilakukan penilaian kembali adalah sebanyak 945.460 nomor urut pendaftaran (NUP). Nilai yang meningkat atau kenaikan nilai dari BMN sebesar Rp4.190,31 triliun dari nilai buku sebesar Rp1.538,18 triliun.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini