JAKARTA - Bukan hanya di film-film science fiction, kini kecerdasan buatan sudah banyak diterapkan pada kehidupan manusia. Teknologi artificial intelligence atau AI yang paling nyata adalah Siri pada perangkat iOS.
Siri merupakan asisten virtual pertama yang dapat membantu setiap pengguna melalui suara. Dengan komando “Hey Siri” di awal perintah, ia akan menjawab lalu melanjutkan apa yang ingin seseorang minta atau tanyakan.
Di dunia kerja, kecerdasan buatan diramal akan mempengaruhi hampir semua industri. Tak terkecuali industri finansial.
Survei Narrative Science pada tahun 2016 mengatakan 38% perusahaan besar sudah menggunakan teknologi kecerdasan buatan, dan angka tersebut akan terus meningkat hingga 62% pada 2018.
Baca Juga: Cara OJK Kerek Pertumbuhan Investor lewat Teknologi Finansial
Awalnya teknologi ini diusung untuk mempermudah pekerjaan atau menyelesaikan suatu masalah dengan lebih cepat. Namun seiring dengan kemampuannya yang bertambah, beberapa perusahaan melihat potensinya justru lebih dari itu.
Menurut mereka, kecerdasan buatan juga akan sangat mempengaruhi peningkatan revenue sekaligus menghemat pengeluaran perusahaan. Lantas, kecanggihan seperti apa yang mampu diberikan kecerdasan buatan dalam meningkatkan kinerja perusahaan? Berikut ulasannya seperti dikutip cekaja, Jakarta, Senin (29/10/2018).
1. Menemukan consumer insight
Dalam sektor perbankan, adanya kecerdasan buatan dapat membantu perusahaan untuk menggali insight mengenai berbagai kebutuhan pelanggan. Demi kenyamanan antar kedua belah pihak, teknologi tersebut akan melihat seberapa tepat rekomendasi produk finansial terhadap nasabah berdasarkan analisis komprehensif terhadap kondisi pasar, keputusan yang pernah diambil, dan kejadian yang baru dialami.
Baca Juga: Pencarian Properti Kini Gunakan Teknologi Kecerdasan Buatan
Dengan komponen-komponen tersebut maka perusahaan dapat menentukan pelanggan mana yang harus dihubungi, bagaimana berkomunikasi dengan mereka, sehingga akan mendapatkan respon yang diharapkan dan memberi nilai yang maksimal untuk kemajuan bisnis mereka kedepannya.meningkatkan kinerja perusahaan?
2. Deteksi penipuan
Kecerdasan buatan pun amat menolong industri finansial lain seperti asuransi dalam mendeteksi penipuan. Contohnya, deteksi pada sikap nasabah yang menunjukkan tanda-tanda penipuan seperti kecelakaan yang dibuat-buat atau surat keterangan palsu pada klaim asuransi. Koneksi antar setiap faktor nantinya akan dianalisis hingga seberapa besar kemungkinan klaim tersebut terbukti palsu.
Selain asuransi, salah satu perusahaan yang juga menggunakan kecerdasan buatan untuk mencegah penipuan adalah Mastercard. Dengan Decision Intelligence (DI), teknologi ini mempelajari pola dari histori pembelanjaan dan pengeluaran rutin pemegang kartu untuk menentukan basis perilaku yang akan selalu dibandingkan dan dinilai setiap kali ada transaksi baru.