nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani Sebut Industri Kreatif Jadi Andalan Pertumbuhan Ekonomi

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 07 November 2018 19:57 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 07 320 1974739 sri-mulyani-sebut-industri-kreatif-jadi-andalan-pertumbuhan-ekonomi-DOcGJvaINa.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

NUSA DUA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengharapkan industri kreatif bisa berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya. Hal ini dapat dilakukan dengan mendorong program dan perbaikan kebijakan terhadap industri tersebut.

"Berharap kalau Indonesia bisa konsisten (mendorong program untuk industri kreatif) dan terus menerus memperbaiki kebijakan, maka Indonesia bisa menjadi negara yang sangat progresif dalam membangun industri kreatif dan digital ekonomi sebagai potensi untuk pertumbuhan ekonomi ke depan," katanya dalam acara World Conference on Creative Economy (WCCE) di Nusa Dua, Bali, Rabu (7/11/2018).

Menurutnya, potensi ekonomi kreatif yang besar terlebih dalam perekembangan teknologi saat ini. Ekonomi kreatif memberi kontribusi yang terbilang masih kecil terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Pada tahun 2015, ekonomi kreatif memberikan kontribusi 7,39% terhadap PDB atau sebesar Rp852,56 triliun. Meningkat tipis pada tahun 2016 yang sebesar 7,44% terhadap PDB atau dengan nilai Rp922,59 triliun.

Baca Juga: Ekonomi Kreatif Jadi "Rumah" dari 17 Juta Penduduk Indonesia

Dia menjelaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang sudah menekankan pentingnya industri kreatif dan digital ekonomi dalam mendorong perekonomian. Hal ini pun diimplementasikan melalui kebijakan yang ditetapkan para Menteri Kabinet Kerja untuk mendorong industri kreatif.

"Menteri Perindustrian punya industri 4.0 dengan 10 strategi, termasuk bagaimana kita memperbaiki seluruh supply chain, enviroment," jelasnya.

Sementara di sisi kebijakan fiskal, Sri Mulyani menyatakan, pemerintah memfasilitasi dengan insentif pajak bagi perusahaan yang berminat mengembangkan vokasi dan research & development (R&D). Di sisi lain, pembangunan infrastruktur juga dilakukan, menjadi fondasi dari perekonomian.

"Fondasinya adalah kalau Indonesia punya infrastruktur yang bagus, sehingga siapapun pelaku kreatif di seluruh pelosok Indonesia memiliki akses yang sama, kemampuan mobilitas yang sama, untuk bisa dikenali lebih bagus oleh masyarakat luas secara sama, sehingga tidak (pelaku kreatif) itu-itu saja," paparnya.

Baca Juga: Menlu Retno Ajak Pelaku Ekonomi Kreatif Kerjasama dalam Logika dan Imajinasi

Tak hanya itu, investasi pada human capital juga dilakuan melalui pendidikan, baik dari tingkat PAUD dalam mengatasi masalah nutrisi sejak dini hingga pendidikan vokasi dan pemberian beasiswa LPDP.

"Kita juga memberikan kebijakan yang sifatnya spesifik di sektor tersebut (industri kreatif). Makanya kita bertemu dengan pelaku kreatif apa yang dibutuhkan, di bidang perfilman, kuliner, pariwisata, ini semua dilakukan secara team work baik pusat maupun daerah," jelas dia.

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini