nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Redam Dolar AS, Rupiah Kembali Menguat ke Rp14.539/USD

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 08 November 2018 16:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 08 278 1975150 redam-dolar-as-rupiah-kembali-menguat-ke-rp14-539-usd-ZZYgyMJ16q.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat pada perdagangan sore ini. Rupiah berada di level Rp14.500-an per USD.

Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Kamis (8/11/2018) pukul 17.50 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange ditutup menguat 51 poin atau 0,35% ke level Rp14.539 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.473 per USD – Rp14.669 per USD.

Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah menguat 35 poin atau 0,24% ke Rp14.540 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.530 per USD – Rp14.760 per USD.

Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp14.590, Salah Satunya karena Suku Bunga Dipangkas 150 Bps

Seperti yang diberitakan Okezone, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, mengatakan bahwa pada awal bulan November ini, sentimen di pasar keuangan global cenderung membaik terindikasi dari pelemahan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara maju dan negara berkembang.

"Pelemahan dolar AS ini dilatarbelakangi oleh potensi resolusi dari negosiasi perdagangan antara pemerintah AS dan Tiongkok yang mendorong penguatan riskier assets. Tren penurunan harga minyak dunia juga mengurangi tekanan mata uang negara pengimpor minyak termasuk Rupiah," ujarnya kepada Okezone.

Baca Juga: Rupiah Menguat, Antrean Pemburu Dolar AS hingga Ratusan Orang di Money Changer

Selain itu, lanjut dia, pelemahan dolar AS juga didorong oleh potensi kemenangan kubu democrat pada midterm election. Sepanjang bulan November ini, investor asing membukukan pembelian bersih di pasar saham sebesar USD289,4 juta month to date (mtd).

"Sementara kepemilikan investor asing pada SBN juga cenderung meningkat sekitar USD340 juta mtd sehingga mendorong penurunan yield SUN bertenor 10 tahun sebesar 42bps (MTD) menjadi sekitar 8,13%. Foreign inflow yang meningkat sejak akhir bulan Oktober hingga saat ini telah mendorong penurunan volatilitas Rupiah menjadi sekitar 7,6% dari level 10% pada pertengahan bulan Oktober yang lalu," jelasnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini