nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Skema Gross Split Jadi Biang Kerok Turunnya Investasi? Ini Penjelasan SKK Migas

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 08 November 2018 13:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 08 320 1975048 skema-gross-split-jadi-biang-kerok-turunnya-investasi-ini-penjelasan-skk-migas-3FD6ABEnt8.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Ada anggapan turunnya investasi di sektor migas dikarenakan penerapan skema bagi hasil gross split.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengatakan, tidak ada kaitannya antara skema grossplit dengan menurunnya investasi di hulu migas. Sebab menurutnya, ketika investor ingin berinvestasi ada dua hal yang menjadi pertimbangan.

Baca Juga: Investasi Migas Semester I-2018 Rendah, KESDM Yakin Melejit di Akhir Tahun

"Investasi turun tidak ada hubungannya dengan gross split. Kenapa karena keputusan investasi mereka tidak berdasarkan apakah cost recovery atau gross split. Keputusan mereka ada dua hal utama," ujarnya dalam acara Sarasehan Media SKK Migas di Kawasan Petro Tekno Ciloto, Cianjur, Kamis (8/11/2018).

Menurut Amien, hal pertama yang menjadi pertimbangan investor untuk investasi di Indonesia adalah return. Maksudnya adalah berapa keuntungan yang akan didapatkan investor jika berinvestasi di Indonesia.

"(Faktor pertama) Dia untuk investasi itu biasanya berapa return yang didapatkan," ucapnya.

Baca Juga: Pemerintah Optimis Investasi Hulu Berlanjut

Lalu faktor kedua adalah bagaimana kepastian hukum dan regulasi yang diberikan pemerintah kepada innvestor. Maksudnya adalah, bagaimana pemerintah bisa menjamin tidak ada perubahan regulasi kepada investor.

"Faktor kedua adalah kepastian. Termasuk kepastian hukum dan regulasi. Artinya gini kalo dia Investasi di proyek ini aturannya tetap berlaku enggak," jelasnya.

Sebagai informasi, investasi migas sendiri sejak tahun 2014, terus mengalami penurunan. Pada tahun 2014, investasi migas mencapai USD21,7 miliar, sementara tahun 2015 turun lagi menjadi sebesar USD17,9 miliar.

Kemudian pada tahun 2017, investasi migas turun kembali mencapai USD11 miliar sementara hingga kuartal III 2018 investasi migas hanya mencapai USD8 miliar.

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini