nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi: Banyak yang Nangis karena Sengketa Tanah

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Jum'at 09 November 2018 14:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 09 320 1975542 presiden-jokowi-banyak-yang-nangis-karena-sengketa-tanah-BQ3kJCnXqC.jpeg Presiden Jokowi bagikan Sertifikat Tanah (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, setiap kali dirinya datang ke desa, kampung, kabupaten, kota, provinsi baik di Jawa, di Sumatra, di Kalimantan, di Sulawesi, NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara, di Papua, yang sering didengarnya adalah masalah sengketa tanah.

“Sengketa lahan antara tetangga dengan tetangga, antara saudara, masyarakat dengan pemerintah, masyarakat dengan perusahaan, masyarakat dengan BUMN, dan rakyat sering kalah,” kata Presiden Jokowi saat menyerahkan 3.000 sertifikat tanah untuk warga Tegal dan sekitarnya, di GOR Tri Sanja, Tegal, Jawa Tengah, dikutip dari laman Setkab, Jumat (9/11/2018).

Baca Juga: Tahun Depan Seluruh Tanah di Jakarta Miliki Sertifikat

Mengapa rakyat sering kalah? Menurut Presiden, karena mereka tidak memegang sertifikat yang merupakan tanda bukti hak hukum atas tanah yang dimiliki.

“Bapak-Ibu punya tanah tapi enggak ada sertifikat, begitu sengketa, masuk pengadilan, bisa kalah. Tapi kalau sudah yang namanya pegang sertifikat tanda bukti hak hukum atas tanah, enak banget. Dan saya kira kalau kita sudah pegang begini, sudah tidak ada yang berani,” tutur Presiden.

jokowi

Di Indonesia, lanjut Presiden Jokowi, masih ada kurang lebih 80 juta bidang tanah yang belum bersertifikat. Artinya, banyak sekali sengketa. Oleh sebab itu, Presiden Jokowi telah memerintahkan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), jika biasanya setahun hanya 500.000 keluar sertifikat, tahun kemarin harus keluar lima juta sertifikat.

“Alhamdulillah, akhir tahun selesai lima juta sertifikat. Tahun ini target saya tujuh juta sertifikat harus keluar dari kantor BPN. Tahun depan targetnya sembilan juta sertifikat harus keluar,” ungkap Presiden Jokowi.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Pinjam Uang di Bank Boleh, Tapi Harus Produktif

Hal itu dilakukan, menurut Presiden, supaya masyarakat pegang tanda bukti hak hukum atas tanah yang dimiliki. Jangan sampai kebanyakan sengketa sana, sengketa sini. Kalau sudah sengketa tanah, sengketa lahan, Presiden mengaku merasa iba.

“Banyak yang nangis-nangis ke saya sengketa lahan tapi saya tidak bisa apa-apa. Apalagi sudah masuk pengadilan, tidak bisa yang namanya Presiden itu intervensi, enggak bisa,” ujar Presiden Jokowi.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini