nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kementan Distribusikan 12.000 Ton Jagung ke Blitar hingga Cianjur

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 09 November 2018 14:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 09 320 1975551 kementan-distribusikan-12-000-ton-jagung-ke-blitar-hingga-cianjur-8iIbMl8ToQ.jpg Tim Kementan Bergerak Cepat Distribusikan Jagung (Foto: Kementan)

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat memfasilitasi distribusi jagung dari industri pakan ternak untuk kebutuhan peternak rakyat di berbagai sentra ayam petelur. Melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) mendistribusikan sebanyak 12.000 ton jagung pipilan secara serentak akan ke peternak rakyat di sejumlah sentra ayam petelur khususnya di beberapa titik di Pulau Jawa.

Terpantau, Tim Kementan bergerak ke sejumlah titik antara lain di Blitar, Malang, Kendal, Solo, Bogor, Sukabumi dan Cianjur untuk memastikan distribusi pangan berjalan dengan lancar langsung ke para peternak rakyat, baik ayam petelur atau layer maupun ayam pedaging atau broiler. Bantuan akan disalurkan bertahap sebagai langkah awal dalam menstabilkan harga jagung untuk pakan ternak.

Baca Juga: Impor Jagung, Mentan: Kita Juga Berhasil Ekspor

Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Indonesia menyatakan sangat menghargai atas support yang sudah diberikan oleh Kementerian Pertanian disaat-saat sulit untuk peternak.

"Kami mewakili temen-temen di lapangan sari peternak rakyat berterima kasih atas program yang sudah dilakukan untuk menolong pada saat krisis kali ini," kata Ketua Pinsar Indonesia Hartono yang hadir saat penyaluran jagung untuk peternak di Bogor, Jumat (9/11/2018).

"Memang krisis kali ini, buat peternak, sangat luar biasa karena dengan harga produk pakan yang sangat tinggi, sementara harga jual ayam dan telur kami ini jatuh serendah-rendahnya. Ini dilematis, tapi untungnya Pak Menteri sudah memberikan jalan keluar. Semoga program ini, bisa berlanjut dan lebih luas mencapai sasaran yang diinginkan," tambahnya.

Anggota Pinsar Petelur Nasional, Awan Sastrawijaya menyampaikan rasa terimakasihnya secara tertulis. "Bantuan tersebut sedikit banyaknya pasti akan meringankan beban kami. Harapannya agar ke depannya harga pakan jadi pun bisa menyesuaikan dengan semakin lancarnya pasokan jagung ini," tulisnya kepada Menteri Amran.

Baca Juga: Catat! Indonesia Sudah Ekspor Jagung 372.000 Ton

Sementara itu, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Sugiono memimpin langsung penyaluran jagung ke peternak. Sugiono menyebutkan bahwa Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengerahkan jajarannya untuk turun ke lapangan persoalan jagung untuk pakan yang dirasakan peternak kecil bisa terselesaikan.

"Pemerintah harus hadir di tengah peternak yang sedang mengalami kesulitan. Melalui koordinasi dengan industri pakan dan Perum Bulog, Kementan bisa memfasilitasi distribusi jagung untuk peternak ayam, terutama di Kabupaten Blitar yang merupakan salah satu sentra utama,” jelas Sugiono.

Sementara itu, Bupati Blitar Rijanto menyambut positif upaya Kementan dalam memfasilitasi penyaluran jagung ke peternak rakyat di wilayahnya yang jumlahnya sekitar 4,4 ribu. Hari ini, Blitar mendapatkan jagung sebanyak kurang lebih 400 ton. Rijanto mengharapkan penyaluran jagung ini bisa menjadi solusi awal bagi para peternak. Pihaknya akan terus berupaya agar ada solusi untuk memenuhi kebutuhan pakan bagi peternak.

Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan bahwa penyaluran jagung untuk pakan ternak ini untuk memotong jalur distribusi yang selama ini mengakibatkan kelangkaan pakan ternak.

“Ini bukti bahwa ketersediaan pakan jagung cukup untuk memenuhi kebutuhan para peternak lokal,” ungkap Amran.

Dalam empat tahun terakhir melalui program terobosan yang dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Pertanian mampu meningkatkan produksi jagung secara signifikan. Hal ini terlihat dalam kurun waktu 2014-2017 produksi jagung terus meningkat. Pada tahun 2014, produksi jagung di Indonesia sebesar 19,0 juta ton, dan tahun 2015 meningkat menjadi 19,6 juta ton. Pada tahun 2016 produksi jagung kembali meningkat menjadi 23,6 juta ton, demikian juga tahun 2017 mencapai 28,9 juta ton.

"Dengan kerja keras dan upaya khusus yang terus dilakukan Kementan pada tahun 2018 ini diperkirakan potensi produksi jagung lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya, yaitu sebesar 30 juta ton," jelas Amran.

 (Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini