nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Penyebab Kenaikan Harga Beras Medium

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 09 November 2018 19:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 09 320 1975690 ini-penyebab-kenaikan-harga-beras-medium-i3iqJl15ei.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Di tengah pasokan melimpah, namun ternyata harga beras medium naik. Harga beras medium di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) mengalami kenaikan menjadi Rp10.200 per kilogram (kg). Padahal harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah Rp9.450 per kg.

Lantaran kenaikan tersebut, pemerintah meminta Bulog melakukan operasi pasar (OP) beras ke PIBC. Tiap harinya, Bulog menggelontorkan beras medium ke PIBC sebanyak 15.000 ton.

Ketua Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang Zulkifli Rasyid mengatakan, kenaikan beras justru akibat stok beras medium yang minim di pasaran. Padahal, kata Zulkifli, pemerintah mengaku memiliki stok sebanyak 1,5 juta beras medium di gudang-gudang milik Bulog.

“Sekarang itu tinggal bagaimana pemerintah mengatasi kekurangan beras medium,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Baca Juga: Mentan Amran: Ada Anomali Harga Beras di Pasaran

Zulkifli menjelaskan, yang sebenarnya terjadi di lapangan saat ini yaitu para pedagang banyak menerima pesanan beras medium. Padahal stoknya sudah hampir kosong.

Saat ini, para pedagang menyiasati pasokan dengan mencampur antara beras premium seharga Rp 9.500 per kilogram dengan beras menir yang harganya Rp 7.000 per kilogram.

“Itu juga permintaan pembeli, dan harganya Rp 8.500-Rp 8.750 per kg,” ungkap dia.

 Baca Juga: Stok Pangan Aman, Mentan: Tidak Ada Alasan Harga Beras Naik

Sementara itu,‎ Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi juga membenarkan jika minimnya stok menjadi penyebab kenaikan harga beras medium. Hal ini berkaitan dengan pasokan dari sentra-sentra produksi beras.

"Stok minim karena jumlah panen beras pada akhir tahun ini sedikit meskipun kualitasnya bagus,” jelas dia.

 Baca Juga: Pasokan Melimpah tapi Harga Beras Medium Naik, Kok Bisa?

Untuk menekan harga di pasaran, Arief mengatakan pemerintah DKI melalui Gubernur Anies Baswedan telah meminta kepada Bulog untuk mengguyur pasar dengan beras medium. “Di Cipinang itu kebutuhan beras medium 6-7 ribu ton per minggu,” kata Arief.

Seperti yang diberitakan Okezone, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, saat ini harga beras di pasaran mengalami anomali. Pasalnya harga beras tetap naik meskipun suplai beras cukup.

Bahkan Amran mengatakan stok beras saat ini 2 kali lipat lebih banyak dari biasanya ditambah lagi dengahn stok Bulog yang memadai. Hal ini dia temukan saat melakukan inspeksi mendadak di Pasar Induk Cipinang.

"Jadi, yang kita tunggu adalah turun. Ini ada anomali. Kita serahkan ke satgas pangan saja dan kita mengimbau kepada semua pihak, supaya jangan mengubah harga," ujarnya di pasar induk Cipinang, Jakarta, Kamis 8 November 2018.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini