nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Pahlawan, Momentum Petani Jagung Jadi Pahlawan

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 10 November 2018 13:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 10 320 1975961 hari-pahlawan-momentum-petani-jagung-jadi-pahlawan-pFd91gsIOs.jpg Foto: Panen Raya Jagung (Dok Kementan)

TAKALAR – Peringati Hari Pahlawan, Kepala Balitbangtan Muhammad Syakir bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan Fitriani, serta Bupati Takalar yang diwakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Takalar Muh Hasbi melaksanakan panen raya jagung seluas 585 Ha di Kecamatan Sanrobone hari ini.

Kegiatan ini sendiri merupakan rangkaian dari Safari Panen Jagung yang dilakukan oleh Kepala Balitbangtan sebagai upaya mendorong percepatan swasembada jagung, mengingat Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi penghasil jagung yang cukup potensial.

"Hari ini 10 November 2018 bertepatan dengan Hari Pahlawan. Ini momentum, petani jagung sebagai Pahlawan di saat dibutuhkan oleh peternak ayam, panen raya jagung hadir," ungkap Syakir dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (10/11/2018).

Baca Juga: Hari Ini Panen Raya Jagung di 7 Kabupaten Jawa Timur

Pada 2017, Sulawesi Selatan memberikan kontribusi dengan produksi jagung sebesar 2,3 juta ton dari luas panen 295.115 hektare (ha), atau sebesar 7,33% dari produksi jagung nasional. Tahun 2018 ini, Provinsi yang dikenal dengan lagu angin mamiri ini ditargetkan mampu memproduksi jagung sebesar 2,6 juta ton.

 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Takalar Muh. Hasbi menyampaikan bahwa, di Kabupaten takalar sendiri memiliki luas lahan pertanaman jagung sebesar 8.000 ha dengan provitas rata-rata 7-8 ton per ha. Sementara di Kecamatan Sanrobone, tempat dilaksanakannya panen raya secara total memiliki lahan pertanaman jagung seluas 881 ha.

Usai panen di Takalar, Kepala Balitbangtan beserta rombongan melanjutkan safari panen ke Kabupaten Jeneponto, tepatnya di Kecamatan Botoramba dengan luas lahan jagung yang dipanen 200 ha yang mempunyai rata-rata produktivitas 7,6 ton per ha, dan harga di wilayah tersebut berkisar Rp4.200 per kg jagung kering pipil.

 Baca Juga: Kementan Distribusikan 12.000 Ton Jagung ke Blitar hingga Cianjur

Safari panen akan dilanjutkan ke Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang dan Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo. Selain itu safari panen juga akan terus berlanjut ke beberapa kabupaten sentra lainnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini