nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Panen Raya Jagung di Mojokerto, Produktivitas Capai 7,5 Ton/Ha

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 10 November 2018 14:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 10 320 1975966 panen-raya-jagung-di-mojokerto-produktivitas-capai-7-5-ton-ha-OoyrBXlSKA.jpg Foto: Panen Raya Jagung (Dok Kementan)

MOJOKERTO - Kementerian Pertanian melakukan Safari Panen Jagung di beberapa wilayah di Jawa Timur, antara lain di Kabupaten Mojokerto. Di salah satu titik lokasi panen yang terletak di Dusun Lengkong, Desa Kedung Kecamatan Dlanggu, produktivitas mencapai 7,5 ton per hektare (ha).

Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Fadjar Sumping Tjaturrasa menyatakan pentingnya panen jagung petani hari ini. Pemerintah perlu berada di samping petani dan peternak untuk memastikan ketersediaan jagung lokal mencukupi.

“Adanya keluhan kurangnya stok jagung bagi pakan ternak terjawab dengan masih tersedianya jagung di Mojokerto dan daerah lainnya di Jawa Timur,” kata Fadjar dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (10/11/2018).

Baca Juga: Hari Pahlawan, Momentum Petani Jagung Jadi Pahlawan

Fadjar menambahkan Kementan akan berkomitmen memfasilitasi penyerapan jagung produksi petani dan memenuhi kebutuhan pakan ternak, baik untuk kebutuhan industri pakan ternak maupun peternak mandiri. Fadjar memberi apresiasi dan meminta petani untuk terus berproduksi mengingat kebutuhan jagung terus meningkat.

“Kementan akan terus upayakan agar petani jagung dapat menikmati harga yang layak", ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian Mojokerto Soelistyowati Dinas memberikan apresiasi bagi petani yang mampu mempertahankan lahannya dengan memberikan bantuan irigasi tersier, pompa air, hand tractor, dan combine harvester.

Baca Juga: Hari Ini Panen Raya Jagung di 7 Kabupaten Jawa Timur

Kabupaten Mojokerto telah memiliki peraturan daerah Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) untuk menjamin petani terus bertani dan lahan pertanian tidak menyusut.

Menurut Moh Duhri Ketua Kelompok Tani Mulyo saat ini petani bahagia harga jagungnya bagus. Meskipun jagung mereka dibeli oleh para bakul jagung, harga saat ini berkisar antara Rp3.700 hingga Rp3.800 per kg kering panen dengan produksi 7,5 ton per hektare.

Duhri bersama 62 orang anggotanya berharap harga tidak jatuh lagi hingga Rp2.900 seperti 3 bulan lalu. Harapan besar mereka agar pemerintah dapat membantu menjaga kestabilan harga agar tidak terlalu rendah.

Selain itu, mereka juga berharap Kementan dapat membantu mencarikan solusi air bagi sawah mereka. Kebutuhan pompa air dan sumur sangat penting saat ini. Petani Lengkong berharap anak muda di desanya bisa melanjutkan menggarap pertaniannya.

"bila harga dapat dijamin bagus dan memberi untung, anak muda di desa ini gak akan lari bekerja di pabrik", ujar Duhri.

Baca Juga: Catat! Indonesia Sudah Ekspor Jagung 372.000 Ton

Duhri melanjutkan petani siap terus menanam jagung untuk menyuplai bahan baku pakan ternak, dan terbuka dengan teknologi baru yang dipersiapkan pemerintah.

Dalam empat tahun terakhir melalui program terobosan yang dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Pertanian mampu meningkatkan produksi jagung secara signifikan. Hal ini terlihat dalam kurun waktu 2014-2017 produksi jagung terus meningkat.

Pada tahun 2014, produksi jagung di Indonesia sebesar 19,0 juta ton, dan tahun 2015 meningkat menjadi 19,6 juta ton. Pada tahun 2016 produksi jagung kembali meningkat menjadi 23,6 juta ton, demikian juga tahun 2017 mencapai 28,9 juta ton. Diharapkan pada tahun ini produksi jagung bisa mencapai target sebesar 30 juta ton.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini