Menurut Titih, masalah utama yang dirasakan peternak adalah pada pemenuhan pakan yang diakibatkan komunikasi dan distribusi.
Apa yang dikatakan Titih sangat beralasan, karena produksi jagung banyak, tapi distribusinya tidak merata, sehingga ada yang berlebih dan ada yang kurang. "Mungkin juga ada spekulan yang bermain memanfaatkan situasi ini," ujar Titih.
Pendistribusian jagung yang dilakukan oleh Kementan seluruhnya total mencapai 12.000 ton yang didistribusikan ke wilayah Jabar, Jateng, dan Jatim yang ditujukan untuk mengamankan stabilitas produksi ayam di peternak.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.