nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ambil Alih Operasional Sriwijaya Air, Garuda Bidik 51% Market Share Pasar Domestik

Kamis 15 November 2018 13:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 15 278 1978188 ambil-alih-operasional-sriwijaya-air-garuda-bidik-51-market-share-pasar-domestik-sobXQRO6wv.jpg Garuda Indonesia ambil alih operasional Sriwijaya Air, incar 51% market share. (Foto: Koran Sindo)

JAKARTA – Kinerja keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) belum lepas dari rugi, namum maskapai penerbangan plat merah ini cukup agresif dalam pengembangan bisnisnya. Teranyar, perseroan melalui anak usahanya Citilink Indonesia mengambil alih pengelolaan operasional dan finansial Sriwijaya Air Group dan NAM Air yang direalisasikan dalam bentuk kerja sama operasi (KSO) antara Citilink, Sriwijaya, dan NAM Air.

Lewat kerjasama tersebut, Garuda Indonesia mengincar 51% pangsa pasar rute penerbangan domestik. “Langkah ini merupakan langkah strategis sehingga secara langsung membantu sinergi Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Group dalam mengelola pangsa pasar penumpang angkutan udara hingga 51%,”kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Ashkara di Jakarta, seperti dikutip dari Harian Neraca, Kamis (15/11/2018).

Baca Juga : Garuda Indonesia Ambil Alih Operasional Sriwijaya Group

Dirinya menambahkan, kerja sama operasi ini ditujukan untuk membantu Sriwijaya Air Group memperbaiki kinerja operasi dan kinerja keuangan termasuk membantu Sriwijaya Air dalam memenuhi komitmen- komitmen atau kewajiban mereka terhadap pihak ketiga yang di antaranya ada pada lingkungan Garuda Indonesia Group.

Ari menambahkan, bagi Garuda Indonesia Group, kesepakatanjoint operation ini dapat memberikan dampak yang positif di antaranya Citilink Indonesia dapat memperluas segmen pasar, network, kapasitas, dan kapabilitasnya, serta mempercepat restrukturisasi penyelesaian kewajiban Sriwijaya Group pada salah satu anak perusahaan Garuda Indonesia. KSO yang dikelola sepenuhnya oleh Citilink ini akan segera melaksanakan tugasnya setelah proses internal di masing-masing perusahaan diselesaikan. Kerja sama ini juga dapat ditingkatkan lagi ke level kepemilikan saham Sriwijaya Group yang akan diatur kemudian.

Sementara itu, Direktur Utama Sriwijaya Air Chandra Lie mengatakan KSO yang akan dikelola oleh Citilink ini dapat membantu pemulihan Sriwijaya Air Group di tengah persaingan industri penerbangan yang semakin kompetitif."Kami yakin Garuda Indonesia Group mempunyai kapabilitas yang sangat baik dalam mengelola bisnis Airline," ujar Chandra.

Baca Juga : Maskapai Paling Tepat Waktu di Asia Pasifik, Garuda Juaranya

Seperti diketahui, pada 2017 pangsa pasar rute domestik dikuasai oleh Lion Air dengan share sekitar 30%, lalu diikuti dengan Garuda dengan 20%. Dari sisi armada, Citilink yang akan berperan sepenuhnya dalam KSO ini sudah beroperasi dengan 50 unit pesawat. Sementara itu, Sriwijaya Air Group mengoperasikan 58 unit pesawat hingga akhir 2017. Adapun Lion Air Group (termasuk Batik Air dan Wings Air) hingga November 2017 mengoperasikan 218 unit pesawat di Indonesia terdiri dari Boeing 737-800 NG, 737-900 ER, Airbus A320, A330, ATR 72-500/600, dan terbaru Boeing 737 Max 8.

Selain itu, Garuda Indonesia Group mengumumkan kerjasama peluncuran fasilitas free inflight connectivity PT Mahata Aero Tekhnologi (Mahata). Fasilitas yang dapat dinikmati mulai tahun 2019 mendatang ini, memungkinkan pengguna jasa Garuda Indonesia dan Citilink dapat menikmati layanan akses internet secara cuma-cuma di seluruh penerbangan Citilink dan seluruh penerbangan domestik Garuda Indonesia.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini