Share

Sri Mulyani Sanjung Perbankan RI Bisa Tahan Hadapi Krisis

Giri Hartomo, Okezone · Kamis 15 November 2018 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 15 320 1978183 sri-mulyani-sanjung-perbankan-ri-bisa-tahan-hadapi-krisis-6K82JkxPrl.jpg Foto: Giri Hartomo

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada perbankan nasional. Pasalnya 20 tahun sejak krisis tahun 1998 lalu, perbankan mampu melewatinya dengan baik.

Menurutnya, ketahanan dari perbankan untuk bisa bertahan dan bangkit dari krsisi tidak lah mudah. Apalagi ketika mencoba bangkit dari keterpurukan tahun 1998, Indonesia sempat kembali dilanda krisis pada tahun 2008 dan 2009 yang lalu.

 Baca Juga: Bertemu Bankir, Sri Mulyani Akui Ingin Pakai Baju Super Junior

Ketika itu, hampir seluruh sektor keuangan dunia mengalami krisis, namun Indonesia menjadi salah satu negara yang sektor keuangannya mampu survive dari krisis tersebut. Hal tersebut tidak terlepas juga dari peran Bank Indonesiauntuk menjaga betul-betul sektor perbankan dengan berabgai macam kebijakannya.

"Perbankan tidak mudah. Saya beri selamat karena 20 tahun terakhir setelah krisis, perbankan kembali bangkit dan diuji tidak mudah 2008 2009 global finance crisis yang mengancam ekonomi dunia. Bank Indonesia bisa survive," ujarnya dalam acara IBEX 2018, di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (15/11/2018).

 Baca Juga: Sri Mulyani Ingatkan Bankir Hati-Hati dengan Gejolak Ekonomi Global

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia menyebut ketika itu perekonomian dunia mengalami krisis besar-besaran yang disebabkan krisis yang dialami oleh Amerika Serikat (AS). Ketika itu, harga mniyak mentah dunia (CPO) mengalami naik turun yang menyebabkan ekonomi global juga tidak stabil.

Belum lagi, suku bunga saat itu sempat berada pada titik tinggi sebelum akhirnya pada 2009 AS sempat menurunkan suku bunga acuannya hingga 0%. Hal tersebut ternyata cukup berpengaruh terhadap sektor perbankan di negara-negara lain.

"Juga menghadapi komoditas ekstrem. Satu dekade terakhir harga minyak, CPO naik turun itu pengaruhi ekonomi. NPL juga naik restruktur sekarang meningkat. Anda resilient," jelasnya

 Baca Juga: Besok Bankir Bakal Kumpul Bareng Bahas Digitalisasi

Menurut Sri Mulyani hal tersebut harus dipertahankan terus hingga di waktu-waktu mendatang. Sebab jika sedikit saja lengah maka sektor perbankan bisa mendapatkan ancaman, apalagi saat ini perekonomian global sedang dalam kondisi yang sedang tidak stabil.

Selain kinerja yang dipertahankan, Sri Mulyani juga meminta kepada perbankan untuk bisa lebih kreatif dan menyesuaikan terhadap perkembang zaman. Apalagi saat ini hampir seluruh sektor sudah memasuk revolusi digital 4.0 yang mana jika tidak menyesuaikan bisnis perbankan bisa tergilas.

"Dengan perubahan policy moneter, fiskal moneter ini akan jadi lingkungan baru yang akan dihadapi. Lingkungan berubah terus. Perbankan Indonesia bisa adjust dan berkembang. Modal bagus dan jadi pondasi untuk terus maju dan akan dinamis," jelasnya

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini