nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masih Banyak Pelaku IKM yang Belum Paham Faktor Promosi Produk Kerajinan

Hambali, Jurnalis · Kamis 15 November 2018 14:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 15 320 1978236 masih-banyak-pelaku-ikm-yang-belum-paham-faktor-promosi-produk-kerajinan-I3sXb6xfjM.jpg (Foto: Hambali/Okezone)

TANGERANG - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan pemberdayaan agar pelaku usaha kerajinan bisa menembus pasar global dengan produk-produk khas wilayah Tangsel.

"Dari potensi kerajinan di sini cukup bagus, sudah banyak komunitas kerajinan yang berdiri di Kota Tangsel. Sumber daya manusianya cukup tinggi, motivasinya cukup baik, ini kan menjadi potensi. Tinggal bagaimana caranya produk ini memiliki daya saing, baik nasional maupun internasional," tutur Kepala Disperindag Kota Tangsel Maya Mardiana kepada Okezone, usai pelatihan IKM di Kampung Anggrek, Serpong, Kamis (15/11/2018).

Baca Juga: 8 Juta UMKM Ditarget Bertransaksi Online pada 2019

Dijelaskan Maya, beberapa produk yang kini cukup menonjol bagi pelaku usaha di Tangsel adalah batik, perhiasan, tas dan produk kerajinan lainnya. Produk-produk itu selalu menghadiri sejumlah pameran bertaraf nasional dan internasional seperti Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft), KriyaNusa 2018, serta Festival Indonesia Moskow yang digelar di Hermitage Garden, Moskow, Rusia, tahun 2017 lalu.

"Mereka sudah ikut bermacam pameran nasional dan internasional," katanya.

Meski begitu, Maya melanjutkan, banyak pelaku usaha kerajinan belum mengetahui faktor apa saja yang memengaruhi promosi produk kerajinan tersebut. Misalnya tentang kemasan yang belum didesain untuk memikat pembeli.

umkm

 

"Contohnya misalnya tas, produknya oke, dipakai juga bagus dan tahan lama, tapi kurang menarik dibeli orang, karena apa? Karena kemasannya kurang menarik. Jadi kita juga melatih mereka bagaimana menjadikan kemasan itu menjadi daya tarik juga," sambungnya.

Masih kata dia, pendampingan yang terus diberikan kepada pelaku IKM tak hanya di hulunya saja, melainkan juga hingga ke hilir. Di mana pada saat mengirim produk tersebut, pelaku usaha terkadang bingung memenuhi persyaratan pengiriman yang ada, baik untuk pengiriman dalam negeri maupun ekspor.

Baca Juga: Dari Rp1,2 Triliun, Dana Bergulir Baru Terpakai Rp46 Miliar

"Untuk ekspor kan ada banyak persyaratan-persyaratan, jadi kita dampingi dari mulai Bea Cukainya, Shipping (pengapalan), dan lain-lain. Kemudian juga kuantitas barang, misalnya dari Buyer (pembeli) meminta kuota yang cukup banyak, kalau pengrajin baru akan bingung bagaimana cara memenuhinya, nah kita support mereka agar, bagaimana cara meningkatkan produksinya," tandasnya.

Nilai ekspor produk kerajinan tangan Indonesia terus mengalami peningkatan, berdasarkan data Kementerian Perindustrian pada tahun 2017 nilainya mencapai USD776 juta. Angka itu naik 3,8% dari tahun 2016 yang sebesar USD747 juta. Sedangkan pada tahun ini, angka itu akan ditambah dengan menargetkan ekspor produk IKM hingga 10%.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini