nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sederet Upaya Pemerintah Tingkatkan Investasi Sektor Industri

Ade Rachma Unzilla , Jurnalis · Selasa 20 November 2018 18:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 20 320 1980273 sederet-upaya-pemerintah-tingkatkan-investasi-sektor-industri-O4xaKdKZdp.jpg Industri Automotiv Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pemerintah terus berupaya meningkatkan nilai investasi, baik dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA). Investasi, khususnya di sektor industri menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. 

Sebagaimana tertulis di Instagram resmi Kementerian Perindustrian, Selasa (20/11/2018), pada periode tahun 2014-2018 telah terjadi penambahan populasi industri besar dan sedang sebanyak 5.898 unit usaha menjadi 30.992 unit usaha. Sedangkan, di sektor industri kecil juga mengalami penambahan hingga 970 ribu industri kecil menjadi 4,49 juta unit usaha.

Baca Juga: 10 Negara Terbaik untuk Investasi, Indonesia Nomor Berapa?

Audiensi iNews ke Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Investasi di sektor industri manufaktur pun mencapai Rp274,09 triliun di 2017 dan pada semester I tahun 2018, investasi manufaktur sudah menembus Rp121,56 triliun. Selama ini, dalam rangka meningkatkan investasi, pemerintah telah mengeluarkan berbagai macam kebijakan seperti pemberian fasilitas insentif berupa tax allowance, tax holiday, dan bea masuk ditanggung pemerintah. Selain itu juga menerapkan Online Single Submission (OSS).

Instrumen lain yang digulirkan pemerintah untuk mengatur investasi adalah menetapkan Daftar Negatif Investasi (DNI). Hal ini memuat sektor usaha mana saja yang tertutup sepenuhnya bagi investasi dan sektor usaha yang terbuka dengan persyaratan tertentu. Pemerintah mengumumkan kebijakan relaksasi DNI yang merevisi Perpres No. 44 Tahun 2016 sebagai bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi XVI. Relaksasi DNI ini dimaksudkan untuk mendorong penanaman modal dalam negeri maupun asing untuk berinvestasi, sehingga kebijakan tersebut lebih ke arah promotif.

Baca Juga: Revisi Daftar Negatif Investasi Tak Akan 'Ganggu' Pelaku UMKM

Aneka Produk Kerajinan & Industri Kreatif Terbaik Hadir di Crafina 2018

Oleh karena itu, melalui kebijakan relaksasi DNI, diperlukan investasi baru agar dapat menghasilkan produk olahan lain yang bernilai tambah tinggi. Pemerintah juga tetap menjaga sejumlah bidang usaha untuk melindungi pelaku usaha UMKM. Bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan yang dicadangkan untuk UMKM serta koperasi di antaranya adalah industri tempe, tahu, dan makanan dari kedelai, industri gula merah, industri batik tulis, industri bordir, industri pengasapan karet, dan sebagainya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini