nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

WOOD Jajaki Pasar Ekspor ke Eropa hingga Timur Tengah

Rabu 21 November 2018 11:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 21 278 1980544 wood-jajaki-pasar-ekspor-ke-eropa-hingga-timur-tengah-o52ozOhlaK.jpg Foto: Harian Neraca

JAKARTA - Tahun depan, PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) menargetkan penjualan tumbuh minimum sebesar 20% year on year. Angka tersebut merupakan target konservatif perusahaan.

“Bila seluruh ekspansi yang direncanakan berjalan sukses, pertumbuhan penjualan WOOD diperkirakan bisa mencapai 30% (yoy),” kata Direktur Keuangan WOOD, Wang Sutrisno, dikutip dari Harian Neraca, Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Disampaikannya, potensi pertumbuhan tersebut cukup terbuka mengingat ada kemungkinan perang dagang antara AS dan China masih berlanjut. Sebagaimana diketahui, China merupakan eksportir furnitur terbesar ke AS.

Baca Juga: Pasca-IPO, Integra Indocabinet Cari Investor Asing

Keberlangsungan perang dagang menimbulkan potensi terjadinya perpindahan permintaan furnitur dari China ke Indonesia. Apalagi, AS sampai saat ini masih menjadi pangsa pasar ekspor terbesar WOOD.

Di samping itu, mata uang dolar AS yang masih cenderung menguat juga menjadi katalis positif bagi kinerja WOOD sepanjang tahun depan. Kendati demikian, WOOD tak mau hanya bergantung pada kondisi perang dagang. Emiten ini pun tetap berupaya memperluas pangsa pasarnya dengan menambah negara tujuan ekspor.

“WOOD sedang menjajaki perluasan negara tujuan ekspor ke kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Asia Tenggara,” ujar Wang.

Baca Juga: Saham Integra Indocabinet Ditutup Naik 7,69% di Hari Pertamanya

Tak hanya urusan ekspor, WOOD juga akan meningkatkan penjualan produk di pasar domestik pada tahun depan mengingat potensi permintaannya masih cukup tinggi. “Baik pasar ekspor maupun pasar domestik merupakan pasar yang sedang berkembang,” imbuhnya.

Terlepas dari itu, emiten ini juga tetap mewaspadai tantangan bisnis yang dapat terjadi di tahun depan. Salah satunya adalah kendala cuaca yang bisa mempengaruhi penyediaan dan pengelolaan bahan baku produk perusahaan. “Kami harus mengantisipasi masalah cuaca, karena bahan baku kami tak hanya dari hutan di sekitar Pulau Jawa, tapi juga dari hutan alam yang berlokasi di Kalimantan Timur,” papar dia.

(fbn)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini