nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

UMKM Go Digital, Banyak Kerumitan Bisa Dipangkas

CDB Yudistira, Jurnalis · Selasa 27 November 2018 10:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 27 320 1983323 umkm-go-digital-banyak-kerumitan-bisa-dipangkas-B4Yok0ANXL.jpg Foto: UMKM Go Digital (Dok)

BANDUNG - Para ekonom dan bankir kumpul bareng mengupas tentang peran teknologi digital dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Acara ini diselenggarakan portal berita iNews.id yang bekerjasama dengan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN). Acara diskusi iPreneur ini bertemakan UMKM Go Digital di Kantor Cabang BTPN Juanda-Dago, Bandung.

Acara diskusi menghadirkan pembicara Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira Adhinegara, Founder Brodo Putera Dwi Karunia, dan Daya Head BTPN Andrie Darusman.

Dalam pemaparannya, Bhima mengatakan, teknologi digital telah mengubah landscape perekonomian dunia. Perusahaan-perusahaan besar dunia didominasi oleh mereka yang bergerak di bisnis digital.

UMKM harus memanfaatkan perubahan landscape perekonomian ini. Apalagi saat ini bermunculan start-up yang membantu usaha kecil dan ini merupakan peluang bagi UMKM untuk memperluas akses pasar,” ujarnya di Bandung, Selasa (27/11/2018).

 Baca Juga: Banyak Pelaku IKM yang Tak Paham Promosi Produk Kerajinan

Bhima melanjutkan bahwa saat ini struktur perekonomian Indonesia masih didominasi oleh sektor UMKM yang mencapai 62,92 juta unit usaha. Kendati demikian, banyak tantangan yang dihadapi UMKM untuk naik kelas. Untuk itu kehadiran teknologi digital dan internet diharapkan dapat mendorong UMKM agar tumbuh lebih cepat dan naik kelas.

Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Koperasi dan UKM telah menargetkan 8 juta UMKM bisa go digital pada 2019. Dalam hal ini, menurut Bhima, pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian sehingga peran swasta termasuk perbankan juga penting untuk mempercepat proses digitalisasi pada UMKM.

 

Fokus untuk melayani dan memberdayakan segmen masyarakat pensiunan, pelaku UMKM, dan komunitas prasejahtera produktif, BTPN meyakini bahwa nasabah tidak hanya membutuhkan akses kepada pembiayaan, tetapi juga pelatihan dan pendampingan agar dapat memiliki kehidupan yang lebih baik.

Untuk itu sejak 2011, BTPN mengembangkan program pemberdayaan yang berkelanjutan dan terukur untuk meningkatkan kapasitas hidup para nasabah, yaitu Program Daya. Program Daya menjadi unique value proposition (UVP) yang membedakan BTPN dari bank lain.

“Daya diterapkan pada seluruh unit bisnis BTPN dan anak usaha, yaitu BTPN Syariah, sebagai bagian dari model bisnis yang terintegrasi. Program pelatihan dan pendampingan Daya tidak terbatas pada masalah keuangan saja, tetapi juga berbagai kiat meningkatkan usaha, memperluas jaringan pemasaran, melayani pelanggan, hingga hal-hal seputar menjalani pola hidup sehat,” jelas Andrie Darusman.

Baca Juga: Teknologi Bantu UMKM Perluas Pasar

Selaras dengan visi mengubah hidup berjuta rakyat Indonesia dengan didukung oleh teknologi digital, BTPN secara konsisten terus melakukan inovasi dan transformasi agar layanan yang diberikan relevan dengan penggunanya. Inovasi diwujudkan melalui produk-produk baru berbasis digital.

Sedangkan transformasi digulirkan dengan mengubah konsep pelayanan nasabah dari bank-centric menjadi customer-centric. Perubahan tersebut tercermin pada penggunaan platform digital (digitalisasi) dalam existing business, termasuk Daya.

Melalui www.daya.id, Program Daya dapat diakses secara digital agar aktivitas pelatihan dan pendampingan nasabah dapat semakin luas dan efektif.

“www.daya.id lahir dari kebutuhan nasabah untuk mendapatkan akses informasi seputar usaha dan kesehatan dengan cepat dan mudah sesuai dengan skala bisnis dan kebutuhan nasabah. Dengan demikian nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang untuk mengikuti pelatihan tetapi mereka dapat mengakses berbagai informasi, kiat, dan pelatihan melalui www.daya.id dari mana saja dan kapan saja,” ujar Andrie.

www.daya.id memiliki berbagai fitur, di antaranya Tips dan Info Terkini yang berisi beragam artikel praktis tentang usaha dan kesehatan; Pelatihan Online yang merupakan modul/materi pelatihan dalam bentuk video singkat dan slide presentasi oleh para ahli terpercaya di bidang usaha dan kesehatan; Tanya Ahli yang merupakan fasilitas tanya jawab yang diasuh oleh para ahli; Peluang Usaha yang berisi sumber informasi usaha dan waralaba bagi yang sedang menjajaki peluang bisnis; serta Kisah Sukses terdiri dari cerita inspiratif dari pelaku usaha dan kesehatan dalam meraih kesuksesan.

Sementara itu Founder Brodo Putera Dwi Karunia menambahkan bahwa pelaku UMKM harus berani memanfaatkan berbagai platform digital untuk memajukan usahanya. Pemanfaatan platform digital tidak terbatas hanya untuk penjualan saja, tetapi juga untuk pemasaran, informasi produk, layanan konsumen, sampai dengan mencari pengetahuan dan peluang usaha.

“Jika UMKM go digital, ada banyak kerumitan yang bisa dipangkas, termasuk soal distribusi, manajemen stok, sampai sumber daya karyawan. Pada akhirnya UMKM bisa lebih fokus untuk memikirkan bagaimana cara berinovasi demi menumbuhkan usahanya lebih cepat,” pungkas Putera.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini