nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teknologi Bantu UMKM Perluas Pasar

Koran SINDO, Jurnalis · Minggu 11 November 2018 18:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 11 320 1976269 teknologi-bantu-umkm-perluas-pasar-8qvETxPZds.jpg Teknologi Bantu UMKM Perluas Pasar (Foto: Okezone)

JAKARTA – Industri usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) beramai-ramai mulai memanfaatkan teknologi untuk memasarkan produknya.

Namun, masih banyak pelaku UMKM belum tersentuh teknologi sehingga perlu upaya ekstra terus mengenalkan teknologi untuk memperluas pemasaran. Co-Founder Bukalapak M Fajrin Rasyid mengatakan, permasalahan saat ini adalah jumlah UMKM di Jatim banyak yang belum tersentuh oleh teknologi.

Dari 12,1 juta UMKM di Jatim yang telah masuk di e-commerce miliknya baru sekitar 3% atau 400.000. Karena itu, UMKM yang sudah didata oleh Disperindag Jatim akan disambungkan dengan komunitas maupun tim penggerak agar mereka lebih maju menjadi pelapak online .

“Visi kita bekerja sama dengan Pemprov Jatim yakni memberikan ruang sebanyak banyaknya kepada UMKM untuk dapat bergabung mempromosikan produk lokalnya,” katanya. Sedangkan di Jawa Barat, Fajrin mengatakan, daerah dengan jumlah produk kreatif yang cukup banyak dengan jumlah pelapak mencapai lebih dari 160.000 pelapak. 

Saat ini di Jawa Barat sudah ada Komunitas Bukalapak Bandung, Tasikmalaya, Sukabumi, Kuningan, Cirebon, dan Purwasuka yang siap mewadahi para pelapak di Jawa Barat untuk bersama memajukan bisnis para anggotanya.

“Angka ini seharusnya dapat didorong untuk terus bertumbuh sehingga semakin banyak UKM di Jawa Barat yang go digital . Bukalapak menyadari bahwa para UKM di seluruh Indonesia harus mulai meningkatkan kapasitas mereka untuk menghadapi kompetisi yang semakin kuat,” tuturnya.

Meski di Jatim belum terlalu banyak UMKM yang menggunakan teknologi untuk pemasaran, apa yang dilakukan Siswanto bisa memberi inspirasi kepada pelaku UMKM lain.

Pengusaha Tiwul Cap Istimewa dari Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang ini telah menggunakan marketplace untuk memasarkan produknya meski total penjualan masih di bawah 10%, tapi secara perlahan naik. Menurutnya, dalam bulan ini sudah mampu menjual sebanyak 6.000 pack tiwul atau setara dengan Rp30 jutaan.

Untuk penjualan offline , ia memasarkan dengan cara menggandeng sejumlah toko oleh-oleh yang tersebar di Batu dan Malang. Dia juga menjual tiwul produksinya di pasarpasar tradisional. Hingga saat ini toko yang bekerja sama dengan Siswanto mencapai sekitar 300-an.

“Kalau untuk penjualan online , kebanyakan pembelinya kaum muda (milenial). Misalnya, pembeli dari Pasuruan, Probolinggo, Banjarmasin, dan juga Palembang,” kata Siswanto.

Gubernur Jatim Soekawo mengatakan, daerahnya terus menggandeng pihak swasta untuk membantu mengembangkan potensi UMKM di Jawa Timur. “Dengan menggandeng Bukalapak, ini merupakan sebuah impian untuk memenangkan pertarungan dalam industri dan perdagangan agar menjadi lebih efektif dan efisien,” tutur Soekarwo.

Indikasi Jatim mampu bersaing di ASEAN, menurutnya, adalah perdagangan Jatim sudah memenangi USD1,5 miliar. Jika dilihat dari segi industri, Jatim sudah surplus. Begitu juga dengan perdagangan antarprovinsi sekitar 21,60% industri nasional berada di Jatim.

Sementara dari segi pasar sebanyak 20,78% pasar dalam negeri barangbarangnya berasal dari Jatim. “Jika kita gabung di Bukalapak, sasaran kita bisa mencapai 25%, termasuk pasar ASEAN,” imbuhnya.

Di Jawa Barat industri UMKM terus memaksimalkan penjualan beragam produknya dengan menggandeng marketplace. Kerja sama tersebut diharapkan semakin menancapkan eksistensi pelaku usaha di Jabar.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Barat Dudi Sudradjat Abdurachim mengaku belum lama ini pihaknya telah berkomitmen melakukan kerja sama lebih intensif dengan Bukalapak.

Kerja sama itu akan ditindaklanjuti pada bidang yang lebih teknis, yaitu pemberdayaan UMKM. “Dalam waktu dekat kami akan melakukan MoU, terutama pada pemanfaatan ewarung.

Nanti mereka yang sudah tergabung e-warung akan mendapat apresiasi pinjaman bunga ringan, bagi mereka yang dinilai masyarakat cukup bagus,” tutur Dudi. Menurutnya, kerja sama dengan marketplace adalah sebuah keniscayaan. Di tengah pesatnya pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi, UMKM harus berani bertransformasi menggunakan teknologi informasi (TI).

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini