JAKARTA – Industri usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) beramai-ramai mulai memanfaatkan teknologi untuk memasarkan produknya.
Namun, masih banyak pelaku UMKM belum tersentuh teknologi sehingga perlu upaya ekstra terus mengenalkan teknologi untuk memperluas pemasaran. Co-Founder Bukalapak M Fajrin Rasyid mengatakan, permasalahan saat ini adalah jumlah UMKM di Jatim banyak yang belum tersentuh oleh teknologi.
Dari 12,1 juta UMKM di Jatim yang telah masuk di e-commerce miliknya baru sekitar 3% atau 400.000. Karena itu, UMKM yang sudah didata oleh Disperindag Jatim akan disambungkan dengan komunitas maupun tim penggerak agar mereka lebih maju menjadi pelapak online .

“Visi kita bekerja sama dengan Pemprov Jatim yakni memberikan ruang sebanyak banyaknya kepada UMKM untuk dapat bergabung mempromosikan produk lokalnya,” katanya. Sedangkan di Jawa Barat, Fajrin mengatakan, daerah dengan jumlah produk kreatif yang cukup banyak dengan jumlah pelapak mencapai lebih dari 160.000 pelapak.
Saat ini di Jawa Barat sudah ada Komunitas Bukalapak Bandung, Tasikmalaya, Sukabumi, Kuningan, Cirebon, dan Purwasuka yang siap mewadahi para pelapak di Jawa Barat untuk bersama memajukan bisnis para anggotanya.