nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping Diprediksi Gagal, Wall Street Makin Tertekan

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 30 November 2018 21:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 30 278 1985281 pertemuan-donald-trump-dan-xi-jinping-diprediksi-gagal-wall-street-makin-tertekan-odxtsI7FVq.jpg Foto: Reuters

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street dibuka melemah di tengah penantian hasil pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Melansir Reuters, Jumat (30/11/2018), indeks saham AS futures memangkas kerugian pada hari Jumat setelah Perwakilan Perdagangan Robert Lighthizer mengatakan, bahwa dia akan terkejut jika makan malam Sabtu antara Presiden AS Donald Trump dan mitranya dari China Xi Jinping tidak berhasil.

Adapun indeks Dow turun 72 poin, atau 0,28%, S&P 500 e-minis turun 6,25 poin atau 0,23% dan Nasdaq 100 turun 12,25 poin atau 0,18%.

Baca Juga: Sentimen The Fed Bikin Wall Street Melemah

Asal tahu saja, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping akan mengadakan pembicaraan perdagangan di sela-sela KTT G-20 di Buenos Aires pada hari Sabtu 1 Desember 2018.

Sementara itu, pada penutupan kemarin, bursa saham AS ditutup melemah. Penurunan ini menghentikan kenaikan beruntun tiga hari.

Hal ini dikarenakan investor mempertimbangkan ringkasan yang baru dirilis dari pertemuan Federal Reserve paling akhir serta sejumlah data ekonomi.

Risalah pertemuan The Fed yang dirilis pada Kamis menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga pada Desember adalah dimungkinkan, tetapi para pejabat bank sentral AS jauh lebih tidak pasti tentang jalannya kebijakan moneter pada 2019.

Baca Juga: Wall Street Melemah Jelang Pertemuan Trump-Xi Jinping

Risalah pertemuam itu datang setelah Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa suku bunga mendekati tingkat netral, yang memicu reli pasar pada Rabu karena investor menafsirkan pernyataan itu sebagai dovish.

Di sisi ekonomi, klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, mencapai 234.000 dalam pekan yang berakhir 24 November, meningkat 10.000 dari tingkat yang tidak direvisi pekan sebelumnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini