Share

Menteri Susi Jadikan Udang Andalan Ekspor Produk Perikanan

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 03 Desember 2018 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 03 320 1986073 menteri-susi-jadikan-udang-andalan-ekspor-produk-perikanan-TwXIreVg7Q.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendorong udang sebagai andalan dalam meraup devisa.

Hal ini karena komoditas itu memiliki peluang pasar ekspor terbuka dengan margin nilai yang besar. Udang juga merupakan komoditas yang mendominasi struktur perdagangan ekspor produk perikanan nasional.

“Saya mengingatkan semua stakeholder untuk bekerja sama memajukan perekonomian perikanan, baik laut maupun budidaya. Terutama udang yang memberikan share dominan dalam struktur perdagangan ekspor produk perikanan nasional,” ungkap Susi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Baca Juga: Berantas Illegal Fishing, Ekspor Produk Perikanan RI ke Amerika Bebas Tarif

Menurutnya, budidaya sejak 30 tahun terakhir di seluruh dunia menjadi tumpuan dalam pemenuhan kebutuhan pangan yang naik setiap hari seiring pertumbuhan penduduk terus naik.

“Jadi, permintaan ikan ini tidak akan berhenti. Kita ambil contoh, setiap tahun penduduk Indonesia itu naik dua juta orang, bisa dihitung berapa tam bahan kebutuhan ikan per tahunnya,” katanya.

Susi mengingatkan, saat ini dan ke depan critical issue bukan lagi masalah ideologi dan politik, tapi masalah food security atau keamanan pangan. Di sisi lain, era globalisasi tak bisa kita hindari.

Baca Juga: RI Miliki Balai Karantina Ikan Pertama yang Pakai Teknologi Canggih

Saat ini beberapa negara mulai melakukan proteksi industri dalam negeri dan itu wajar dan sah-sah saja, mengingat food security dan ketahanan ekonomi sangat penting. Penerapan antidumping misalnya harus disikapi secara serius.

Sementara itu, Ketua Shrimp Club Indonesia (SCI) Iwan Sutanto optimistis Indonesia mampu mendominasi pangsa pasar ekspor. Menurutnya, untuk teknologi Indonesia selangkah lebih maju dari negara lain, seperti Vietnam dan Thailand.

Paling penting saat ini, kata dia, bagaimana melakukan screening terhadap penyakit udang. “Kami juga meminta dukungan Ibu Menteri untuk berkoordinasi dengan pemda berkenaan dengan perizinan usaha yang cukup memberatkan. Ini penting agar investasi bisa masuk.

Apalagi saat ini 60% produksi udang nasional ditopang oleh SCI,” ungkap Iwan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor udang Indonesia dalam lima tahun terakhir (2013-2014) tumbuh rata-rata 6,43%. Hingga Oktober 2018 nilai ekspor udang tercatat USD1,46 miliar yang naik 3,2% dibandingkan tahun 2017.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini