nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Amazon, Apple dan Microsoft Bertarung Perebutkan Label Perusahaan Paling Berharga di Dunia

Rikhza Hasan, Jurnalis · Selasa 04 Desember 2018 14:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 04 320 1986655 amazon-apple-dan-microsoft-bertarung-perebutkan-label-perusahaan-paling-berharga-di-dunia-ebb1quQy7G.jpg Foto: Reuters

JAKARTA- Amazon, Apple dan Micrsoft bersaing ketat untuk mendapat gelar perusahaan paling berharga di dunia.

Ketiga perusahaan tersebut beradu gelar selama beberapa hari dalam perdagangan terakhir setiap penutupan pasar dengan kapitalisasi lebih dari USD860 miliar.

Microsoft berhasil melampaui Apple, tetapi hal tersebut tidak berlangsung lama. Setelah 3 hari, Apple mengambil kedudukan tersebut. Sedangkan Amazon secara cepat mengalahkan kedua perusahaan tersebut.

Baca Juga: Microsoft Jadi Perusahaan Paling Besar di Dunia

Penutupan pasar, Senin 3 Desember 2018 waktu setempat, Apple memimpin dengan kapitalisasi pasar USD877 miliar, Amazon menyusul dengan USD866 miliar, dan Microsoft dengan USD860 miliar.

Dilansir dari laman CNBC, Jakarta, Selasa (4/12/2018), persaingan ketiga perusahaan tersebut semakin intensif karena sektor teknologi telah mengalami peningkatan dari penurunan pada Oktober lalu dan setelah pengumuman Gedung Putih tentang gencatan perdagangan 90 hari dengan China pada hari Sabtu.

Saham telah diawasi dengan ketat sejak Agustus, ketika Apple menjadi perusahaan publik pertama di AS yang mencapai USD1 triliun pada kapitalisasi pasar. Sekitar satu bulan kemudian, Amazon mencapai tonggak yang sama sebelum pasar ditutup, mengakhiri hari tepat di bawah angka USD1 triliun.

 Baca Juga: Rivalitas Sengit Microsoft-Apple

Microsoft belum berhasil menjadi saham teknologi yang peling berharga sejak 2010. Sejak Satya Nadella mengambil alih sebagai CEO dari Steve Ballmer pada bulan Februari 2014, membuat Microsoft mengalami kenaikan dan nilainya lebih dari tiga kali lipat.

Nadella telah mempercepat transisi perusahaan ke layanan berbasis cloud dan memungkinkan bagian lain dari bisnis untuk mengambil prioritas di atas operasi PC Windows sistem.

 Baca Juga: Amazon Naikkan Upah Pegawai Jadi Rp226.000/Jam

Sejak Apple mengumumkan pada kuartal keempat pada 2018, Apple tidak lagi menjual unit iPhone karena para investor mengira penjualan tersebut akan mengalami penurunan yang signifikan pada penjualan produk andalannya.

Sementara itu, Amazon melihat bahwa aksi jual yang sama melemah dalam laporan pendapatan kuartal kletiga pada 2018. Perusahaan mengharapkan pendapatan kuartal keempat sebesar USD2,1 miliar hingga USD3,6 miliar. Jauh di bawah perkiraan Street, yaitu sebesar USD3,9 miliar

Kedua perusahaan telah pulih dengan pasar dan jeda dalam ketegangan perdagangan dengan China. Pada hari Senin, Amazon ditutup naik 4,9% dan Apple naik 3,5%.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini