nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekonomi AS Melambat, Wall Street Ambruk

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 07:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 05 278 1986971 ekonomi-as-melambat-wall-street-ambruk-9ajLOckplz.jpg Foto: Reuters

NEW YORK - Wall Street jatuh pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, dengan senya tiga indeks utama merosot 3% lebih. Hal ini dipicu kekhawatiran perlambatan ekonomi Amerika Serikat (AS).

Tercatat, indeks Dow Jones Industrial Average turun 799,36 poin atau 3,10% menjadi 25.027, indeks S&P 500 turun 90,31 poin atau 3,24% ke 2.700 dan indeks Komposit Nasdaq ditutup 283,09 poin atau 3,80% ke 7.158. Demikian seperti dilansir Xinhua, Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Sementara itu, imbal hasil surat utang AS bertenor tiga tahun mencapai 2,805% atau lebih tinggi dari imbal hasil surat utang AS bertenor lima tahun.

 Baca Juga: Wall Street Lesu Akibat Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi AS

Kurva imbal hasil terbalik menarik perhatian investor karena statistik historis menunjukkan bahwa ketika imbal hasil jangka pendek diperdagangkan di atas suku bunga jangka panjang resesi dapat terjadi.

Kekhawatiran akan kemungkinan perlambatan ekonomi juga dipicu oleh hasil kuartalan yang lebih lemah dari perkiraan dari perusahaan pengembang perumahan Toll Brothers.

Pengembang perumahan terkemuka AS itu melaporkan penurunan pertama pesanan kuartalan dalam lebih dari empat tahun, terpukul oleh meningkatnya suku bunga dan harga rumah yang lebih tinggi.

Hasil perusahaan adalah bukti terbaru dari perlambatan permintaan perumahan, setelah bertahun-tahun pemulihan yang stabil menyusul kejatuhan pasar perumahan satu dekade yang lalu.

 Baca Juga: Gencatan Perang Dagang AS-China Bawa Wall Street Meroket

Data Sensus AS menunjukkan penjualan rumah baru telah menurun selama 11 bulan berturut-turut.

Pada sektor-sektor keuangan dan industri memimpin penurunan, masing-masing jatuh 4,40% dan 4,35%

Saham Apple merosot 4,40% dalam perdagangan intraday setelah HSBC menurunkan peringkat sahamnya, mengutip terlalu banyak ketergantungan pada satu produk dan perlambatan di negara-negara emerging market.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini