nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani Ungkap Kelemahan Ekonomi RI di Bali

Kamis 06 Desember 2018 11:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 06 20 1987544 sri-mulyani-ungkap-kelemahan-ekonomi-ri-di-bali-q8ZCDAdX9s.jpg Foto: iNews

NUSA DUA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, besarnya tantangan transformasi ekonomi global ke depan dapat berdampak pada perekonomian Indonesia.

Oleh karenanya, Indonesia perlu mempersiapkan desain dan reformasi agar dapat terus bertahan di tengah ketidakpastian global.

Apalagi Indonesia masih memiliki beberapa kelemahan ekonomi baik dari sisi neraca pembayaran, sumber daya manusia (SDM), industrialisasi, dan produktivitas.

"Apa yang perlu kita siapkan sehingga Indonesia mampu untuk terus maju dan bisa menyelesaikan atau menjawab berbagai kelemahan-kelemahan yang masih ada," ujarnya saat membuka acara 8th Annual International Forum on Economic Development (AIFED) and Public Policy yang digelar Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Hotel Inaya Putri Bali, Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12/2018).

 Baca Juga: Menko Darmin Beberkan Kelemahan Ekonomi RI, Apa Saja?

Menurut dia, melimpahnya SDA produktif dan meningkatnya kemajuan teknologi harus dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk memacu produktivitas, sehingga mendukung transformasi ekonomi yanyang mengarah pada status negara maju.

Untuk mencapai hal tersebut, peningkatan investasi pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas SDA akan terus menjadi prioritas.

AIFED merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan atas kerja sama Kemenkeu dengan Asian Development Bank (ADB) dan Pemerintah Australia (melalui Program Kemitraan Indonesia Australia untuk Perekonomian/PROSPERA).

Penyelenggaraan AIFED bertujuan untuk mendapatkan gambaran komprehensif mengenai transformasi ekonomi Indonesia dalam konteks perubahan lanskap global, serta upaya kebijakan yang diperlukan untuk menyongsong Indonesia maju.

 Baca Juga: BI Beberkan 2 Tantangan Berat Hantui Ekonomi Indonesia

Forum AIFED merupakan sarana bagi para pembuat kebijakan untuk berkolaborasi dengan para akademisi, pelaku usaha, dan institusi internasional untuk mengidentifikasi tantangan yang akan dihadapi serta menyiapkan strategi kebijakan yang mampu memanfaatkan potensi profil demografi dan kemajuan teknologi guna mewujudkan visi transformasi ekonomi Indonesia menjadi negara maju.

Penyelenggaraan AIFED tahun ini merupakan yang kedelapan sejak pertama kali diadakan tahun 2011. AIFED selalu menghadirkan narasumber terkemuka dari berbagai institusi internasional dengan berbagai latar belakang akademisi dan kepakaran.

"Mereka bisa saling bertukar pikiran berdasarkan data. Jadi base on research, evidence, masa lalu, dan proyeksi ke depan sehingga bisa jadi masukan yang baik bagi kita untuk memformulasikan kebijakan-kebijakan fiskal ke depan maupun untuk masukan bagi RPJM," tuturnya.

Bersamaan dengan pelaksanaan AIFED, rangkaian kegiatan Fiscal Day juga diselenggarakan dalam rangka mensosialisasikan kepada masyarakat peranan Kemenkeu, khususnya BKF dalam merumuskan kebijakan fiskal untuk mewujudkan masyarakat Indonesia sejahtera.

Isna Rifka Sri Rahayu-iNews

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini