nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bank Dunia Beberkan 2 Tantangan Bangun Desa

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 06 Desember 2018 10:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 06 320 1987513 bank-dunia-beberkan-2-tantangan-bangun-desa-i4iFgDIknM.jpg Ilustrasi: Foto Antara

JAKARTA – Bank Dunia mengapresiasi program pembangunan desa di Indonesia. Bank Dunia pun yakin jika program desa sukses dijalankan akan membawa kemakmuran bagi rakyat Indonesia.

Country Director of World Bank Indonesia Rodrigo Chavez mengapresiasi model pembangunan desa yang saat ini dijalankan Pemerintah Indonesia.

Dia menjelaskan, Bank Dunia dan Pemerintah Indonesia pun ke depannya akan semakin banyak kerja sama yang dijalin agar pembangunan desa semakin berkualitas.

“Tingkat kemiskinan menurun, Indonesia memiliki semua kemampuan untuk jadi negara yang makmur dan sejahtera. Semua sudah dijalankan, khususnya membangun sistem model dan konektivitas desa,” katanya dalam siaran pers yang diterima.

 Baca Juga: Presiden Jokowi: Tanpa Perputaran Uang, Mustahil Kesejahteraan Desa Meningkat

Rodrigo mengungkapkan, ada dua tantangan dalam membangun desa supaya maju. Tantangan pertama berupa sarana dan prasarana dan yang kedua adalah sumber daya manusia.

Sebagai contoh, prasarana di daerah pinggiran Indonesia timur masih membutuhkan perhatian. Dia menyampaikan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes) bersama dengan stakeholder lain bertugas membantu menutupi tantangan di perdesaan itu.

Sementara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes) Eko Putro Sandjojo menyampaikan, Kemendes bekerja sama dengan Bank Dunia dan beberapa negara donor untuk mengirim pendamping desa dan kepala desa ke luar negeri.

 Baca Juga: Presiden Jokowi: Ada Desa Wisata yang Pemasukannya Rp14 Miliar per Tahun

Bank Dunia telah menggelontorkan dana hingga Rp1 triliun ke Kemendes yang akan dipakai untuk mengirimkan mereka keluar negeri dan untuk membantu mereka setelah pulang dari luar negeri.

“Kita ingin mereka punya wawasan dan visi untuk mendapat gambaran program desa yang bagus di luar negeri,” kata Mendes.

Eko mengungkapkan, ketika awal dana desa memang kerap menemui masalah. Salah satu yang menjadi pemicu adalah tidak ada sumber daya yang mumpuni untuk mengelola keuangan negara. Tidak ada perencanaan yang baik pun menyebabkan anggaran untuk membangun infrastruktur menjadi membengkak.

Dia mengungkapkan, kesalahan administrasi seperti ini semestinya tidak bisa dipidanakan sehingga Kemendes pun bekerja sama dengan kejaksaan dan kepolisian.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini