nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Segera Diresmikan, Realisasi investasi KEK Galang Batang Rp5,6 Triliun

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 17:49 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 07 320 1988246 segera-diresmikan-realisasi-investasi-kek-galang-batang-rp5-6-triliun-OM7XoZwFsS.jpg Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution akan meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau pada besok, Sabtu (8/12/2018). KEK Galang Batang ini bahkan sudah memiliki investasi senilai Rp5,6 triliun.

Darmin menjelaskan, investasi tersebut berasal dari PT Bintan Alumina Indonesia, perusahaan asal China yang bergerak di industri pengolahan bauksit dan logistik.

Baca Juga: Ada Kawasan Ekonomi Khusus, Pemda Babel Minta Pembangunan Jalan dan Air Bersih

"Besok saya mau resmikan KEK di Bintan dan di dalamnya ada investasi besar smelter untuk bauksit yang akan menghasilkan alumina. Investasinya besar itu," jelas dia di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Pembangunan KEK Galang Batang sebesar Rp 36,25 Triliun untuk 6 tahun atau hingga 2025. Dengan demikian, realisasinya baru senilai Rp5,6 triliun.

Darmin Nasution Bersama Plt Dirut Askrindo Hadiri Pameran Indonesia Business & Development  2018 

Darmin meyakini, ke depan investasi di kawasan ini akan terus bertambah tak hanya satu perusahaan saja. "Tentu saja nanti akan nambah dia (perusahaan) semuanya," imbuhnya.

Adapun KEK Galang Batang diusulkan oleh badan usaha PT Bintan Alumina Indonesia dan telah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2017, yang diundangkan pada 12 Oktober 2017. Lokasi KEK ini mempunyai akses langsung dengan Selat Malaka dan Laut China Selatan.

Baca Juga: Pembangunan 2 Kawasan Ekonomi Khusus Babel Terganjal Masalah, Apa Itu?

KEK Galang Batang akan dikembangkan sebagai sentra industri pengolahan mineral hasil tambang (bauksit) dan produk turunannya baik dari refinery maupun dari proses smelter. Diperkirakan KEK Galang Batang akan mampu menyerap tenaga kerja sebesar 23.200 orang. Di mana diutamakan dari masyarakat lokal.

Tenaga kerja untuk industri pengolahan refinery sebesar 350 orang, industri pengolahan smelter sebesar 260 orang dan jasa dermaga serta pelabuhan yang berpotensi menciptakan kegiatan ikutan (multiplier effect) di kawasan tersebut.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini