Langkah tersebut terus mengguncang investor dan menyeret sterling ke level terendah sejak April 2017. Analis mengatakan sulit untuk memprediksi bagaimana sterling akan diperdagangkan di masa depan, karena sebagian besar tergantung pada apa yang akan keluar dari pembicaraan May dengan Brussel dan bagaimana parlemen Inggris akan bereaksi nanti.
Baca Juga: Dolar AS Lesu Imbas Melambatnya Pertumbuhan Ekonomi
Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh ke USD1,1326 dari USD1,1352 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2528 dari USD1,2557 di sesi sebelumnya. Dolar Australia meningkat menjadi USD0,7205 dari USD0,7185.
Dolar AS membeli 113,39 yen Jepang, lebih tinggi dari 113,20 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 0,9928 franc Swiss dari 0,9897 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3396 dolar Kanada dari 1,3411 dolar Kanada.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.