nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertemuan IMF-World Bank 2018 Sumbang 0,01% ke Pertumbuhan Ekonomi

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 18 Desember 2018 20:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 18 20 1993081 pertemuan-imf-world-bank-2018-sumbang-0-01-ke-pertumbuhan-ekonomi-9SVf3tKuyo.jpg Dampak IMF-World Bank 2018 (Foto: Yohana)

JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mencatat Pertemuan Tahunan lMF-World Bank 2018 diperkirakan berkontribusi 0,01% terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2018.

"Diperkirakan pertemuan IMF-WB akan memberikan sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2018 meningkat sekitar 0,01% dari pertumbuhan baseline, jadi dari 5,15 menjadi 5,16%," jelas Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (18/12/2018).

Baca Juga: Pertemuan IMF-World Bank Beri Dampak Ekonomi Rp5,5 Triliun

Dia menjelaskan, dampak ekonomi langsung pertemuan internasional tersebut dalam periode 2017-2018 sejak persiapan hingga pelaksanaan sebesar Rp5,5 Triliun. Angka tersebut berasal dari investasi konstruksi (2017-2018) sebesar Rp3,05 triliun dan pengeluaran peserta baik mancanegara maupun domestik selama pertemuan senilai Rp582 miliar.

"Karena uang ini beredar di Bali, maka dampak langsungnya terasa di Bali," imbuhnya.

Pengeluaran peserta sebagian besar dialokasikan untuk akomodasi, makanan minuman, dan kriya tangan dengan total pengeluaran sebesar Rp341 miliar untuk peserta mancanegara dan Rp241 miliar untuk peserta domestik.

"Angka tersebut diperoleh dari rata-rata lama tinggal selama 7 hari baik peserta mancanegara maupun peserta domestik," jelasnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Hibahkan Laptop dan Printer Bekas Pertemuan IMF-World Bank untuk Instansi Pendidikan

Adapun Pertemuan Tahunan lMF-WB berkontribusi memberikan peningkatan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,41% dari pertumbuhan baseline, dari 5,9% menjadi 6,31% di 2018.

Di Pulau Dewatwa tersebut, pertemuan tahunan juga telah menciptakan lapangan kerja bagi 22,300 orang di Bali, serta meningkatkan upah riil sebesar 0,70%.

"Adanya efek pengganda Output Perekonomian Provinsi Bali tahun 2017-2018 sebesar Rp2,7 triliun juga dinikmati berbagai lapisan masyarakat di Bali," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini