nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bagaimana Rasanya Bekerja di Gedung Paling Besar di Seantero Dunia?

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Rabu 19 Desember 2018 14:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 19 320 1993392 bagaimana-rasanya-bekerja-di-gedung-paling-besar-di-seantero-dunia-kagLOWr2je.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Ketika Anda memproduksi pesawat-pesawat terbesar di dunia, Anda membutuhkan juga gedung yang lebih besar.

Saat Boeing memutuskan untuk membuat 747 - pesawat yang kemudian dikenal dengan nama jumbo jet - mereka harus membangun pabrik yang cukup luas supaya bisa memproduksi beberapa pesawat secara bersamaan.

Jika Anda pernah melihat 747 dari jarak yang cukup dekat, Anda akan menyadari bertapa jumbonya pesawat ini. Jadi lumrah saja kalau pabriknya juga harus lebih jumbo.

Seberapa besar? Sebut saja, bangunan ini adalah gedung tertutup yang paling besar di seantero dunia.

Boeing mulai membangun pabrik Everett pada 1967, seiring berjalannya proyek Boeing 747. Bill Allen, pimpinan Boeing waktu itu, menyadari bahwa mereka harus punya ruang yang luas jika ingin merakit pesawat yang memuat 400 penumpang. Mereka memilih area 35 km utara dari Seattle, dekat dengan bandara yang digunakan sebagai markas tempur pada Perang Dunia Kedua.

 

Sebuah artikel di Daily Herald, surat kabar Everett, memuat cerita tentang betapa terpencilnya bandara itu. Menurut Joe Sutter, insinyur dibalik proyek 747, area itu hanya punya jalan kecil menuju jalan tol dan tidak ada akses kereta api. Di hutan, celeng-celeng berkeliaran.

Di saat yang bersamaan,, Boeing tengah membangun prototipe pesawat terbesar di dunia itu, dan harus membangun pabrik untuk merakitnya.

Hari ini, pabrik Everett terlihat raksasa dibandingkan dengan gedung-gedung lain jika diukur dari volumenya. Guinness Book of Records mencatat volumenya mencapai 13,3 juta meter kubik.

"Kami merancang bangunan ini dengan inspirasi beberapa bangunan terkenal di seluruh dunia," kata David Reese, yang mengatur tur pabrik di Everett. "Seperti Versailles, Vatikan, dan Disneyland, dan Anda benar-benar menyadarinya ketika memulai tur keliling pabrik."

 

"Saya ingat saya melakukan wawancara dengan BBC beberapa tahun yang lalu, dan saya pikir 'Saya ingin tahu berapa volume Stadion Wembley?' Nah, ternyata Anda dapat memasukkan 13 Stadion Wembley ke dalam pabrik kami. "

Pabrik Everett masih memproduksi 747 walau jumlahnya berkurang. Sekarang sebagian besar produksi berkonsentrasi pada model 767, 777 dan 787 yang lebih kecil. Untuk membangun berbagai armada pesawat itu membutuhkan banyak ruang. Bangunan utama Everett memiliki luas 39 hektar, lebih dari 30 kali alun-alun Trafalgar di London.

Setiap giliran kerja diisi 10.000 pekerja, dan ada tiga shift setiap hari. Selama 24 jam, pabrik memiliki populasi yang kurang lebih sama dengan kota Alice Springs di Australia.

Reese telah bekerja untuk Boeing selama 38 tahun - 11 tahun dihabiskan untuk mengelola tur keliling pabrik - tetapi dia mengatakan masih bisa mengingat kesan pertamanya. "Sangat menakjubkan ketika melihatnya pertama kali - dan saya bisa mengatakan ini juga untuk hari-hari kemudian, karena pabrik ini terus mengalami perubahan. Setiap hari ada sesuatu yang baru."

Pabrik Everett sangat besar sehingga perlu disediakan sekitar 1.300 sepeda untuk memangkas waktu perjalanan. Gedung ini juga memiliki stasiun pemadam kebakaran dan layanan medis sendiri, serta berbagai kafe dan restoran untuk memberi makan ribuan pekerja.

Overhead adalah mesin derek yang digunakan untuk memindahkan beberapa bagian pesawat yang lebih berat saat pesawat mulai terbentuk. Para operator, kata Reese, adalah beberapa pekerja yang paling terampil dan dibayar paling tinggi di pabrik.

Ada beberapa aturan untuk bekerja, atau bahkan untuk sekadar mengunjungi, pabrik. "Kami mewajibkan alas kaki yang layak, jadi tidak ada sepatu berujung terbuka dan tidak ada sepatu hak tinggi untuk para perempuan - apa pun yang bisa menyebabkan Anda jatuh atau merusak kaki Anda - dan Anda harus mengenakan kacamata pengaman setiap saat di pabrik. Terus-menerus. Ini bisa merepotkan bagi beberapa pengunjung kami, mereka mengatakan hal-hal seperti 'Oh, saya memakai kacamata baca, ini sudah cukup.' Padahal, tidak sama sekali."

 

Pabrik ini memiliki beberapa fitur yang mengejutkan. Meskipun ada ventilasi, tidak ada AC. Di musim panas, jika terlalu panas, kata Reese, mereka hanya membuka pintu besar untuk membiarkan angin masuk. Di musim dingin, efek dari lebih dari satu juta lampu, sejumlah besar peralatan listrik dan sekitar 10.000 tubuh manusia juga membantu memoderasi suhu. "Saya hanya harus memakai sweter atau jaket tipis dan itu cukup."

Ada mitos yang bertahan lama bahwa bangunan itu begitu besar dan tinggi sehingga awan terbentuk di atasnya. Tidak betul, kata Reese. "Gedung masih sedang dibangun selagi pesawat pertama sedang dibangun, dan satu dinding belum tertutup. Kami berpikir bahwa kabut dari luar, masuk dan terakumulasi di dalam gedung, dan itu tampak seperti atmosfir yang 'berawan'.

"Sama ketika ada kebakaran hutan di dekat sini, cukup berkabut di dalam pabrik."

Reese mengatakan hari-hari pabrik mengalami pasang surut, pekerjaan di pabrik berubah-ubah seiring berjalannya hari. "Shift kedua, ada lebih banyak aktivitas derek karena tidak ada banyak orang.

"Ketika kami memindahkan pesawat yang sudah jadi keluar dari pabrik, pesawat didorong melalui jalan bebas hambatan ke bandara terdekat, dan agar tidak mengejutkan para pengemudi di jalan, kami cenderung melakukannya di malam hari."

Pabrik Everett nyatanya bukan hanya bangunan terbesar di dunia, tetapi juga penuh kejutan.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini