nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bagaimana Rasanya Bekerja di Gedung Paling Besar di Seantero Dunia?

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Rabu 19 Desember 2018 14:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 19 320 1993392 bagaimana-rasanya-bekerja-di-gedung-paling-besar-di-seantero-dunia-kagLOWr2je.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

Reese telah bekerja untuk Boeing selama 38 tahun - 11 tahun dihabiskan untuk mengelola tur keliling pabrik - tetapi dia mengatakan masih bisa mengingat kesan pertamanya. "Sangat menakjubkan ketika melihatnya pertama kali - dan saya bisa mengatakan ini juga untuk hari-hari kemudian, karena pabrik ini terus mengalami perubahan. Setiap hari ada sesuatu yang baru."

Pabrik Everett sangat besar sehingga perlu disediakan sekitar 1.300 sepeda untuk memangkas waktu perjalanan. Gedung ini juga memiliki stasiun pemadam kebakaran dan layanan medis sendiri, serta berbagai kafe dan restoran untuk memberi makan ribuan pekerja.

Overhead adalah mesin derek yang digunakan untuk memindahkan beberapa bagian pesawat yang lebih berat saat pesawat mulai terbentuk. Para operator, kata Reese, adalah beberapa pekerja yang paling terampil dan dibayar paling tinggi di pabrik.

Ada beberapa aturan untuk bekerja, atau bahkan untuk sekadar mengunjungi, pabrik. "Kami mewajibkan alas kaki yang layak, jadi tidak ada sepatu berujung terbuka dan tidak ada sepatu hak tinggi untuk para perempuan - apa pun yang bisa menyebabkan Anda jatuh atau merusak kaki Anda - dan Anda harus mengenakan kacamata pengaman setiap saat di pabrik. Terus-menerus. Ini bisa merepotkan bagi beberapa pengunjung kami, mereka mengatakan hal-hal seperti 'Oh, saya memakai kacamata baca, ini sudah cukup.' Padahal, tidak sama sekali."

 

Pabrik ini memiliki beberapa fitur yang mengejutkan. Meskipun ada ventilasi, tidak ada AC. Di musim panas, jika terlalu panas, kata Reese, mereka hanya membuka pintu besar untuk membiarkan angin masuk. Di musim dingin, efek dari lebih dari satu juta lampu, sejumlah besar peralatan listrik dan sekitar 10.000 tubuh manusia juga membantu memoderasi suhu. "Saya hanya harus memakai sweter atau jaket tipis dan itu cukup."

Ada mitos yang bertahan lama bahwa bangunan itu begitu besar dan tinggi sehingga awan terbentuk di atasnya. Tidak betul, kata Reese. "Gedung masih sedang dibangun selagi pesawat pertama sedang dibangun, dan satu dinding belum tertutup. Kami berpikir bahwa kabut dari luar, masuk dan terakumulasi di dalam gedung, dan itu tampak seperti atmosfir yang 'berawan'.

"Sama ketika ada kebakaran hutan di dekat sini, cukup berkabut di dalam pabrik."

Reese mengatakan hari-hari pabrik mengalami pasang surut, pekerjaan di pabrik berubah-ubah seiring berjalannya hari. "Shift kedua, ada lebih banyak aktivitas derek karena tidak ada banyak orang.

"Ketika kami memindahkan pesawat yang sudah jadi keluar dari pabrik, pesawat didorong melalui jalan bebas hambatan ke bandara terdekat, dan agar tidak mengejutkan para pengemudi di jalan, kami cenderung melakukannya di malam hari."

Pabrik Everett nyatanya bukan hanya bangunan terbesar di dunia, tetapi juga penuh kejutan.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini